Turun Drastis, Hanya 24 Calon Bintara Asal Tulungagung Yang Diterima, Gara-garanya ini
Jumlah pendaftar asal Tulungagung yang diterima menjadi anggota Polri hanya 24 orang. Jumlah ini menurun jika dibanding tahun 2016, sebanyak 57 orang
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Jumlah pendaftar asal Tulungagung yang diterima menjadi anggota Polri hanya 24 orang. Jumlah ini menurun jika dibanding tahun 2016, sebanyak 57 orang.
“Penyebabnya yang pasti karena memang kuota penerimaan Jawa Timur 912 orang. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu, maka yang diterima dari Tulungagung juga menurutn,” terang Kabag Sumber Daya (Sumda) Polres Tulungagung, Kompol Darmono, Selasa (8/8/2017).
Lanjut Darmono, sebelumnya ada 328 lulusan SMA yang mendaftar polisi melalui Polres Tulungagung. Dari jumlah tersebut, hanya 48 orang yang dinyatakan lulus sementara. Mereka yang lulus dalam tes kesehatan awal dan tes tulis di Polda Jawa Timur.
Mereka yang lulus sementara kemudian menjalani tes psikologi, dan mulai diberlakukan sistem gugur. Tes dilanjutkan dengan tes jasmani A, yang terdiri dari lari, push up dan sebagainya. Disusul tes jasmani B berupa renang.
“Sampai di sini masih belum tes akhir, masih ada tes lagi. Sampai kemudian ada tes kesehatan akhir,” tutur Darmono.
Mereka yang lulus tes kesehatan akhir masih belum dinyatakan diterima. Calon Polisi Petugas Umum ini masih diperingkat lagi. Nama-nama yang lulus baru akan disesuaikan dengan kuota yang diberikan oleh Mabes Polri.
“Setelah tes kesehatan akhir, ada peringkat satu sampai peringkat paling bawah. Misalnya Mabes Polri memberikan kuota 100, maka angka satu sampai 100 diterima. Peringkat di bawah 100 gugur,” tambah Darmono.
Dari hasil pemeringkatan dan kuota dari Mabes Polri, hanya ada 24 pendaftar asal Tulungagung yang diterima. Satu di antaranya seorang calon polisi wanita, dan seorang tamtama Polri. Sementara untuk pendaftaran perwira, ada satu pendaftar asal Tulungagung yang diterima di Akademi Kepolisian (Akpol).(Surya/David Yohanes)
Dia adalah Shandra Munika Sari, lulusan SMAN 1 Kedungwaru. Kini Shandra telah menjadi Taruni Akpol, dan menjalani pendidikan di Semarang.
“Untuk satu yang calon Polwan, nilainya juga membanggakan. Dia masuk empat besar Jawa Timur,” ucap Darmono bangga.
Tahun 2017 ini ada 47 polisi anggota Polres Tulungagung yang pensium. Sedangkan tahun 2016 ada 49 polisi yang pensiun. Jumlah personil ideal di jajaran Polres Tulungagung sebanyak 1.436 orang.
Namun karena banyak yang pensiun, jumlah polisi yang ada sejumlah 1.096 orang. Sebelumnya ada empat anggota Polres Tulungagung yang direkrut Densus 88 Mabes Polri. Satu orang lainnya meninggal dunia.
“Tapi kami, Polres Tulungagung masih bagus karena jumlah personil kami mencapai lebih dari 75 persen dari jumlah ideal. Meski kurang namun tidak sampai mengganggu pelayanan,” pungkas Darmono. (Surya/ David Yohanes)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-polda-jatim-pel-siaga-1-buruh_20170501_101614.jpg)