Mengerikan, Lebih Seperempat Remaja Indonesia Ternyata Pengguna Narkoba

Peredaran narkoba mengancam disintegrasi bangsa karena menyasar remaja generasi penerus bangsa.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Mujib Anwar
Barang bukti narkoba yang diedarkan dengan menyasar mayoritas kalangan remaja. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendeklarasikan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Itu setelah peredaran narkoba mengancam disintegrasi bangsa karena menyasar remaja generasi penerus bangsa.

Hal itu terungkap dalam paparan Kasi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Satriono di Gedung Rektorat Lantai 5 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), di Bangkalan, Selasa (15/8/2017).

"Remaja menyumbang angka 27,32 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebagai terdampak penyalahgunaan narkoba," ungkap Satriono disambut wajah terperangah para ibu PKK se Kecamatan Bangkalan.

(Amplop Isi Gaji Polisi ini Hilang Saat Salat, Setelah 11 Tahun Tiba-tiba Dikembalikan Utuh Penemunya)

Keputusan menghadirkan para ibu PKK dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) P4GN itu sebagai upaya pendeteksian dan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba terhadap anak.

"Karena ibulah yang paling dengan anak. Hasil penelitian Universitas Indonesia dan BNNP RI menghasilkan, usia terdampak narkoba yakni 10 tahun (siswa SD) hingga 50 tahun," terangnya.

Kondisi semakin memilukan lantaran semua kabupaten di Jatim merupakan wilayah 'merah' alias rawan Narkoba.

(11 Tahun Simpan Amplop Gaji Polisi di Lemari, Mukjizat ini Bawa Guru Badrun Ketemu Pemiliknya)

Padahal BNNP Jatim tak habis-habis menggencarkan program pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

"Pencegahan sudah kami lakukan di mana-mana. Jalau saya boleh mengatakan, biarpun kita ngomong hingga berbusa, tetapal saja. Semua bergantung pada pribadi masing-masing," jelasnya.

Apa yang dilakukan BNNP Jatim, lanjutnya, adalah untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba terutama pada usia anak dan remaja. Sehingga narkoba tidak masuk ke lngkungan keluarga.

(Curi Celana Dalam, Aksi Pemuda ini Kepergok Emak-emak, Terjadi Duel dan si Pencuri Langsung Keok)

"Saat ini sangat perlu diwaspadai karena bandar-bandar lebih tertarik pada anak dan remaja," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved