Turun Diekspor pada Juli 2017, Tapi Perhiasan Ternyata Tumbuh Diimpor, Nilainya Capai Segini

Kelompok perhiasan/permata merosot di ekspor, tumbuh pesat di impor hingga 3 kali lipat.

Penulis: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/AULIA FITRI HERDIANA
Teguh Pramono saat memaparkan rilis Inflasi Jawa Timur, Jumat (2/6/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aulia Fitri Herdiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kelompok perhiasan/permata merosot di ekspor, tumbuh pesat di impor hingga 3 kali lipat.

BPS merilis data perkembangan ekspor dan impor secara nasional dan regional pada Selasa (15/8/2017).

Impor Jawa Timur pada Juli 2017 tercatat tumbuh sebesar 25 persen terhadap Juni 2017 menjadi USD 1.995,22 juta.

Kelompok perhiasan/permata menempati peringkat pertama sebagai kelompok terbanyak yang diimpor Jawa Timur.

Nilai impor perhiasan/permata mencapai USD 210,54 juta atau meningkat sebanyak 311,24 persen dibanding bulan lalu.

"Ini untuk mungkin untuk menggenjot ekspor perhiasan kita yang turun," ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono kepada wartawan di Jalan Raya Kendangsari, Surabaya, Jawa Timur.

Komoditi perhiasan/permata yang diimpor terbanyak ialah emas bukan mata uang, bentuk setengah jadi lainnya yang naik sebanyak 315,82 persen dan emas dalam bentuk gumpalan, ingot atau batang tuangan yang juga naik sebanyak 313,23 persen dibanding bulan lalu.

Pada Juni 2017, nilai impor perhiasan/permata hanya sebesar USD 51,19 juta.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved