Banyak Permintaan Naker Docking Kapal ke Bangkalan, Pemkab Langsung Lakukan Gerak Cepat ini
Pelatihan Keterampilan Kerja Berbasis Kompetensi awalnya dikhususkan bagi para pengangguran.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Sebanyak 80 warga Bangkalan mengikuti Pelatihan Keterampilan Kerja Berbasis Kompetensi yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat.
Selama 30 hari, mereka dicetak untuk menjadi tenaga terampil yang siap bersaing sesuai kompetensinya.
Pelatihan keterampilan itu fokus pada lima kompetensi; las, otomotif, kelistrikan, menjahit, dan komputer. Setiap kompetensi diikuti sebanyak 16 orang berusia 18 tahun hingga 35 tahun.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan Siti Amina Rachmawati mengungkapkan, Pelatihan Keterampilan Kerja Berbasis Kompetensi kali ini merupakan angkatan kedua di tahun 2017.
"Kami siapkan tenaga kerja terampil dan unggul. Baik yang mandiri atau yang siap bergabung dengan perusahaan," ungkapnya di sela-sela memantau di ruang pelatihan las, Rabu (16/8/2017).
(Berduaan di Pantai Madura, Pasangan Kekasih ini Malah Jadi Budak Seks Hingga Meregang Nyawa)
Ruang pelatihan las itu dipenuhi kerangka besi beragam bentuk, tabung gas berukuran besar, hingga perlengkapan standar keselamatan kerja. Sebanyak 16 peserta berlatih dengan membentuk beberapa tim.
Tak hanya mengasah keterampilan mengelas, namun selama pelatihan lkami wajibkan peserta menggunakan perlengkapab standar keselatan kerja. Seperti helm, penutup wajah, dan sepatu pengaman.
Ia mengatakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Seperti docking kapal dan sejumlah dealer sepeda motor.
"Mereka (tenaga las) yang sudah terampil biasanya diambil Adi Luhung (docking kapal). Sementara untuk otomotif, direkurt Surya Agung Motor dan Trisakti Motor," katanya.
Pelatihan Keterampilan Kerja Berbasis Kompetensi awalnya dikhususkan bagi pengangguran yang tidak memiliki keterampilan.
Namun tidak demikian dalam beberapa tahun belakangan. Peserta pelatihan juga berasal dari sebuah perusahaan yang ingin mematangkan skill pegawainya.
"Rata-rata masih didominasi lulusan SMA dan SMK. Kami melaksanakan setahun tiga kali, tergantung persetujuan dari propinsi," tegas Siti. (Surya/Ahmad Faisol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bangkalan-pelatihan-pengangguran_20170816_191749.jpg)