Terperosok ke Dalam Limbah Batu Bara, Bocah di Mojorkerto ini Kakinya Alami Luka Bakar
Niatnya menghabiskan waktu bersama teman-teman, namun nasib apes menimpa Moh Ifan Fals. Saat tengah asyik bermain di pinggir sawah, bocah 12 tahun ini
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,MOJOKERTO - Niatnya menghabiskan waktu bersama teman-teman, namun nasib apes menimpa Moh Ifan Fals. Saat tengah asyik bermain di pinggir sawah, bocah 12 tahun ini tak sengaja terpersok ke dalam lubang jerami bekas dibakar. Akibatnya, dua kaki warga Dusun Kasiyan, Desa Domas, Kecamatan Trowulan ini melepuh.
Awalnya, saat itu bocah yang akrab disapa dengan Ifan ini bersama empat temannya sedang bermain di sepanjang pinggir sawah jalan pertanian. Tak disangka, bekas tumpukan jerami yang telah dibakar itu, merupakan bekas urukan yang diduga menggunakan limba batu bara. Ifan bersama Riyan temannya pun terpersok ke dalam limbah batu bara yang bercampur dengan abu jerami.
"Waktu itu, saya mau main bola di lapangan sama teman-teman. Terus, nunggu teman-teman yang belum datang di pinggir sawah. Tiba-tiba terperosok, lalu kaki langsung kepanasan," kata Ifan saat ditemui di rumahnya.
Akibatnya, Ifan pun tak bisa berjalan dengan sempurna karena mengalami luka bakar dalam beberapa hari terakhir.
Dua pekan terakhir, warga Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dibuat resah. Pasalnya akses jalan pertanian yang rencana akan dilebarkan di Dusun Temboro, Desa Domas diduga dicampur limbah batu bara. Akibatnya, lima orang warga mengalami luka melepuh setelah tak sengaja menginjak tanah yang telah tercampur.
Informasi yang dihimpun, lima orang tersebut adalah Yudi alias Ambon (34), warga Dusun Temboro, Desa Domas, Kecamatan Trowulan, dan Sumiarsih (42), warga Dusun Gayam, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojoagung. Dan Moh Ifan Fals (12), dan Riyan (12), warga Dusun Kasiyan, Desa Domas, dan Rifky Dian Rahmadani (12), warga Dusun Penewon, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan.
Diduga, kelima orang tersebut menjadi korban limbah batu bara yang dibuang sembarangan di sepanjang jalan pertanian. Limbah berbahaya itu, diduga sisa urukan proyek pelebaran jalan akses pertanian.
Terpisah, Kepala Desa Domas Suroso membenarkan adanya proyek pelebaran jalan tersebut. Namun, ia tak tahu jelas pastinya soal limbah batu bara yang dibuang di sepanjang pinggir jalan itu.
"Proyek pelebaran itu sudah dikerjakan swjak 2016 lalu. Di lebarkan lima meter dari tiga meter," katanya. (Surya/Rorry Nurmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-mojokerto-ifan-kakinya-terbakar_20170816_155542.jpg)