HUT Kemerdekaan RI

KRI Dewaruci, Kapal yang Digunakan untuk Upacara Bendera Saat Berlayar dari Surabaya ke Jakarta

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 ada upacara pengibaran sang saka merah putih di geladak KRI Dewaruci

Tayang:
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/PRADITYA FAUZI
Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci milik TNI AL melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Jakarta, Selasa (15/8/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada Kamis lalu (17/8/2017), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 ada upacara pengibaran sang saka merah putih di geladak Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Peringatan kemerdekaan itu berbeda dari upacara yang lain.

Pasalnya, upacara bendera diadakan saat kapal berlayar dari Surabaya ke Jakarta, tepatnya saat berada di Teluk Jakarta, Laut Jawa.

Upacara pengibaran bendera sang saka merah putih diikuti oleh Purnawirawan TNI AL, mantan Komandan KRI Dewaruci, sampai warga sipil.

(Demi Persaingan Gelar Juara Dunia MotoGP, Andrea Dovizioso Inginkan Ducati Segera Perbaiki Hal Ini)

KRI Dewaruci sendiri dibuat pada tahun 1952 di Galangan H C Stulchen dan Sohn Hamburg, Jerman Barat.

Kapal itu diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953 dan dibawa berlayar ke Indonesia oleh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dibawah pimpinan kapten kapal A.F.H Roosenow.

Pada 1 Oktober 1953, KRI Dewaruci masuk dalam jajaran Armada RI dan diresmikan sebagai Kapal latih bagi Taruna Akademi Angkatan Laut yang berbasis di Surabaya.

Bendera merah putih terbentang di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, Kamis (17/8/2017)
Bendera merah putih terbentang di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, Kamis (17/8/2017) (TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI)

Dengan berat 847 ton, panjang 58,30 meter, dan lebar 9,5 meter, kapal ini mampu menampung Anak Buah Kapal (ABK) hingga 70 orang, serta 70 Taruna.

(Presiden FC Barcelona Ungkap Alasan Timnya Rekrut Paulinho)

Kapal ini memiliki mesin tipe MWM TBD 440-6k.

Mesin tersebut mampu menghasilkan kecepatan hingga 10,5 knots.

Terdapat 16 layar berada di kapal itu, dengan luas layar sekitar 1091 meter, kapal mampu melaju hingga kecepatan maksimal sembilan knots tanpa mesin.

Kini, kapal yang telah berusia 64 tahun itu dikomandani Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi sejak 2016 lalu hingga saat ini.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved