Agar Rumah Laundry di Kawasan Eks Lokalisasi Tetap Eksis, UM Surabaya Beri Sederet Bantuan Berikut!
Agar rumah laundry di kawasan eks lokalisasi tetap eksis, tim dari UM Surabaya memberi bantuan mulai detergen lerak hingga internet marketing
Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Agustina Widyastuti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tahun 2013 lalu, Pemerintah Kota Surabaya menutup tiga tempat lokalisasi di Kota Surabaya.
Selain Dolly yang ditutup, satu di antaranya yakni di Tambak Asri, Kecamatan Krembangan.
Akibat adanya hal tersebut, beberapa bidang usaha lain telah berdiri dengan harapan ada alih pekerjaan yang lebih berkah dan produktif.
Usaha yang hingga saat ini berdiri dan tetap eksis adalah rumah laundry milik Ririn, seorang warga eks lokalisasi Tambak Asri.
"Usaha yang sudah berdiri sejak 2013 ini merupakan bukti bahwa proses alih pekerjaan mampu dilakukan akibat terdampaknya penutupan lokalisasi," ujar Arin Setyowati, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (23/8/2017).
Untuk usaha yang dijalankan Ririn yang terdampak lokalisasi, beberapa dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan pendampingan.
"Pendampingan berkala juga dilakukan yang diharapakan mampu membuat usaha tersebut eksis dan semakin produktif, seperti pada hari ini selain memberi bantuan sabun deterjen buah lerak, kami juga memberikan bantuan mesin cuci," ujar Arin Setyowati yang termasuk dosen pendamping program tersebut.
( 17 Mahasiswa ini Dapat Beasiswa Belajar Bahasa Mandirin di China, Ini Syarat Ketat yang Diujikan )
Selain bantuan dalam bentuk mesin cuci dan sabun dari buah lerak, bantuan promosi usaha menggunakan banner, penataan kios, dan internet marketing juga akan diberikan.
Deterjen dari buah lerak yang akan digunakan oleh usaha laundry milik Ririn adalah hasil inovasi dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya yaitu Winda Milawati dan Anis Alfatul Rosidah.
Program kemitraan masyarakat tersebut akan berlangsung sampai Desember 2017.
Beberapa dosen yang telibat dalam program kemitraan masyarakat adalah Mahsun Jayadi, Radius Setiyawan, Junaidi Fery, dan Arin Setyowati.
( Mahasiswa Mau Belajar Bahasa Mandarin, Pemerintah China Siapkan Beasiswa Rp 6 Juta Per Bulan )
"Apa yang kami lakukan bersama tim adalah upaya untuk menciptakan masyarakat mandiri," ujar Mahsun Djayadi, tim dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mahasiswa-universitas-muhammadiyah-surabaya-buat-detergen-lerak_20170823_155108.jpg)