Top 5 Surabaya
Dari Sapi Presiden Jokowi Banyak Diajak Selfie Warga Hingga Potret Kapolsek Cantik di Bubutan
Berikut lima berita terpopuler Surabaya di TribunJatim.com, pada Jumat (1/9/2017):
Penulis: Edwin Fajerial | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM - Berikut lima berita terpopuler Surabaya di TribunJatim.com, pada Jumat (1/9/2017):
1. Sapi Kurban Presiden Joko Widodo di Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Objek Foto Selfie Warga
Sapi kurban milik Presiden Joko Widodo, menjadi objek foto favorit jemaah, sebelum pelaksanaan Salat Idul Adha, Jumat (1/9/2017).
Sapi tersebut berwarna putih dan memiliki tinggi sekitar 165 cm.
Salat Idul Adha 1438 H digelar di masjid Nasional Al Akbar, Surabaya.
Sapi tersebut ditempatkan di halaman Masjid Al Akbar, yang berjejeran bersama sapi kurban milik Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Forkopimda lainnya.
Sapi tersebut difasilitasi dengan tenda.
Banyak dari para jemaah yang antri untuk berfoto bersama sapi tersebut.
"Ayuk foto bareng sapinya Presiden," ungkap ibu yang memanggil anaknya untuk berpose di samping sapi tersebut, Jumat (1/9/2017).
Bahkan, usai Salat Idul Adha, terlihat tenda dari sapi kurban tersebut, penuh sesak oleh para jemaah yang ingin melihat sapi kurban milik Presiden RI.
2. Intip Yuk Potret Kapolsek Cantik di Bubutan Surabaya, Jangan Sampai Kamu Minta Diborgol, Ya!
Seorang polisi terutama yang sudah duduk di posisi pimpinan biasanya akan tampak garang dan tegas dengan seragam abu-abu dan berbagai atribut kehormatan mereka.
Namun, Kepala Polisi Sektor di satu kawasan di Surabaya ini bikin sebagian orang gagal fokus.
Bagaimana tidak, Selain tampak rapi dan tegas, Kapolsek Bubutan ini punya paras yang bikin kaum adam dijamin klepek-klepek.
Mari bertemu dengan Kapolsek Bubutan, Kompol Dies Ferra Ningtias ini bakal bikin kalian gagal fokus.
Sejak menjabat menjadi Kapolsek Bubutan di Wilayah Polrestabes Surabaya, Ferra memang cukup menarik perhatian.
Meski perempuan, Ferra tidak canggung pimpin anak buah di sektor Bubutan Surabaya dan ikut terjun berpatroli menyapa warga.
Hal ini terlihat dari sederetan foto-fotonya yang sempat dipublish di media sosial instagramnya.
TribunJatim.com berhasil menghimpun tujuh foto dokumentasi Kompol Dies Ferra.
Memakai baju kepolisian, topi pamen (perwira menengah) dan berkacamata, Kapolsek Bubutan Kompol Dies Ferra lakukan pengamanan demo.
"Pengamanan aksi damai buruh di tengah massa untuk memperingati may day di Kantor Gubernur Jatim," tulis caption instagram tersebut.
Di antara para polisi pria, Kapolsek Bubutan wanita ini tak ragu ikut amankan huru-hara massa. Keren, kan?
3. Jokowi Sumbang Sapi Ongole ke Masjid Al Akbar Surabaya, Berikut 5 Fakta Sapi Berdaging Bagus Ini
Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi menyumbangkan sapi untuk kurban ke seluruh Indonesia saat Idul Adha, Jumat (9/1/2107).
Tak terkecuali Kota Surabaya, yang diberikan satu sapi untuk hewan kurban.
Jokowi setiap tahun dipastikan menyumbangkan hewan kurban di Surabaya.
Sapi disumbangkan ke Masjid Al Akbar yang merupakan masjid terbesar di Surabaya.
Dikutip dari artikel TribunJatim.com, sapi yang disumbangkan Jokowi adalah jenis sapi Ongole.
Sapi kurban pemberian Jokowi ini memiliki berat 1,1 ton dan dibeli dari peternak asal Gresik.
Ongole merupakan jenis sapi lokal yang sering terlihat memiliki warna putih.
Untuk tahu lebih detail tentang hewan kurban dari Jokowi ini, kenali lima fakta berikut ini.
a. Memiliki punuk
Sapi peranakan Ongole merupakan sapi yang berciri khas memiliki punuk di punggungnya.
Pada awalnya sapi Ongole merupakan sapi yang berasal dari India.
Lalu banyak dibiakkan oleh para peternak di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Tak heran sapi ini juga dikenal bernama Sumba Ongole.
b. Hasil persilangan
Sapi peranakan Ongole atau Po ini adalah sapi hasil persilangan antara sapi jantan Sumba Ongole dengan sapi betina lokal di Jawa yang bewarna putih.
Untuk memperoleh sapi Ongole asli sangat sulit.
Hal ini karena sudah banyak yang disilangkan dengan sapi lokal.
c. Sapi Pekerja
Ongole disamakan dengan sapi jenis limosin, yakni sapi tipe pekerja yang sangat bagus.
Sapi ini memiliki tenaga yang kuat serta tubuh yang besar.
Jenis sapi ini juga kuat tak makan dan minum dalam jangka waktu yang panjang.
d. Bentuk
Sapi peranakan Ongole memiliki ciri bentuk muka yang agak cembung dan pendek.
Lingkar mata berwarna hitam dan moncong rata dengan warna hitam.
Jenis sapi peranakan Ongole ini memiliki tanduk bewarna gelap dan lengkungan mengarah ke belakang.
Untuk sapi betina memiliki tanduk yang lebih panjang dari sapi PO jantan.
Jenis sapi ini memiliki warna yang khas yakni berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh.
e. Keunggulan
Sapi peranakan Ongole memiliki kualitas daging yang baik.
Jenis sapi PO ini tahan terhadap panas, ekto, dan endoparasit, sehingga daya tahan sapi ini lebih bagus.
Untuk sapi PO jantan memilik kualitas semen yang baik, sehingga memiliki tenaga pekerja yang lebih unggul dari jenis limosin.
4. Baru Uji Coba CCTV E-Tilang di Surabaya, Pelanggar Sudah Sampai Ratusan, Risma Jadi Prihatin
Pemasangan CCTV e-Tilang sebagai uji coba sebelum resmi digunakan, ternyata telah mencatat ratusan pelanggar.
Pelanggaran berupa ketidakpatuhan pada traffic light dengan menerobos, maupun melewati marka batas kendaraan.
Ternyata dalam beberapa hari saja jumlah pelanggar yang terdeteksi mencapai jumlah ratusan.
Hal tersebut membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, prihatin.
"Baru uji coba berapa itu, empat hari sudah empat ratusan pelanggar. Memang kesadaran warga kita masih rendah," kata Risma di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jumat (1/9/2017).
CCTV e-Tilang dilengkapi deteksi pelanggaran dan secara otomatis mencatat nomor plat kendaraan pelanggar.
Teknologi CCTV e-Tilang rencananya akan dipasang di dua titik, yakni di perempatan Jalan Kertajaya dan perempatan Jalan Moestopo.
Sementara terkait banyaknya pelanggaran, Risma menyadari rendahnya kesadaran pengendara untuk mengutamakan keselamatan.
"Yah dengan teknologi begini kita mau ngajari warga biar nggak meremehkan," kata wali kota dua periode tersebut.
Selama uji coba tidak ada sanksi kepada pelanggar yang telah tercatat.
Namun setelah resmi di-launching, pelanggar yang terekam akan mendapat surat tilang langsung ke alamat rumah pemilik kendaraan.
5. Ditinggal Mudik Sang Pemilik, Gas Elpiji di Rumah Kontrakan di Kenjeran Surabaya Tiba-tiba Meledak
Sebuah gas elpiji meledak di dalam sebuah rumah di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Lavenda Nomor 24 RT 03/RW 10, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/8/2017) malam.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Kenjeran, Kompol Ahmad Faisol Amir saat dikonfirmasi TribunJatim.com terkait kejadian tersebut, Kamis (31/8/2017) malam.
"Ya, memang benar, sebuah gas elpiji tiba-tiba meledak, namun penyebabnya masih belum diketahui," ujar Faisol setelah melakukan olah TKP.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga yang mendengar ada suara ledakan keras dari arah rumah kontrakan milik Rahmawati (32), warga asal Madura yang bekerja sebagai bidan di RS Dr Soewandhi, Surabaya.
"Tidak ada korban dalam kejadian ini, dari keterangan saksi mata, keadaan rumah saat itu sedang kosong, pemiliknya mudik ke Madura. Sempat ada percikan api, tapi dapat dipadamkan," imbuhnya.
Akibat dari ledakan ini, terlihat dinding dapur runtuh dan sebagian tembok bagian depan ambrol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-kolase-foto_20170902_021609.jpg)