Paman Santri yang Meninggal di Surabaya Cerita, Ponakannya Itu Sering Keluhkan Dibully Rekan
Seorang santri di Pondok Pesantren Darussalam Surabaya, meninggal dunia, Minggu (3/9/3017).
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Muhammad Ikbal Ubaidillah (15), santri yang meninggal akibat dugaan penganiayaan itu sempat beberapa kali mengeluhan perlakuan rekannya ke orangtua.
Paman korban, Andreas (33) menjelaskan, dari penuturan pihak orangtuanya, korban sudah menceritakan perlakuan tak menyenangkan yang ia terima selama di Ponpes Darusalam, Simokerto, Surabaya.
"Ceritanya itu korban sering dapat pelakuan kasar dan kena bully juga," jelasnya saat menunggu proses autopsi di RSUD Dr Soetomo, Minggu (3/9/2017).
(Hal Ini Jadi Penyebab Keluarga Laporkan Kematian Ponakannya yang Santri di Surabaya Itu ke Polisi)
(Tak Terekspos Usai Cerai, Penampilan Mantan Istri dan Putri Ariel NOAH Ini Jadi Sorotan Netizen)
Andreas menjelaskan, ponakannya adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Parman dan Musayaroh.
Ia menuturkan Ikbal adalah sosok yang pendiam dan supel saat bergaul.
Kematian keponakannya ini menjadi pukulan besar bagi pihak keluarga.
(Indria Kameswari, Pegawai Cantik BNN yang Ditemukan Putrinya Tewas, Ini 4 Faktanya, Suami Terlibat?)
"Malah keluarga besar datang ke Ponpes dan pihak Ponpes malah menutup pintu" katanya.
"Akhirnya pintu kita dobrak dan kita ajak perwakilan pengelola Ponpes agar mau datang ke RS," cetusnya.
Sementara itu seorang perwakilan dari Pondok Pesantren Darussalam, Surabaya, ini sudah mendatangi RSUD Dr Soetomo.
Hanya saja saat TribunJatim.com menanyakan beberapa hal, pihaknya mengaku tak mengetahui dan juga tak bisa memberikan penjelasan.
Hingga berita diturunkan, TribunJatim.com masih menunggu konfirmasi dari pihak pesantren dan kepolisian sendiri.
(6 Fakta Pernikahan Raisa - Hamish Daud, Intip Kisaran Harga Barang yang Dikenakan Mempelai Wanita!)