Sabhara Polresta Mojokerto Perketat Pengaman Tempat Ibadah Umat Buddha

Mengantisipasi munculnya konflik antar umat beragama akibat kekerasaan terhadap umat Islam Rohingya di Myanmar, Polres Kota Mojokerto terjunkan perso

Tayang:
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
surya/ Rorry Nurmawati
Sejumlah anggota dari Sabhara Polresta Mojokerto saat sterilisasi Vihara Metta Sraddha di Jalan Residen Pamuji, Kota Mojokerto, Selasa (5/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Mengantisipasi munculnya konflik antar umat beragama akibat kekerasaan terhadap umat Islam Rohingya di Myanmar, Polres Kota Mojokerto terjunkan personel guna lakukan pengamanan.

Kali ini, anggota Sabhara Polresta diturunkan untuk pengamanan sekaligus sterilisasi tempat ibadah umat Buddha ini.

Di Kota Mojokerto, ada dua tempat ibadah umat Buddha yang menjadi fokus perhatian kepolisian.

Seperti kali ini, anggota berseragam coklat tersebut melakukan sterilisasi di setiap sudut, lengkap dengan alat metal detector dan mirror. Tak terkecuali di altar patung dewa.

"Kami ingin menciptakan kondisi yang kondusif salah satunya dengan penjagaan dan pengamanan di tempat ibadah," kata Kapolresta Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo ditemui usai pemeriksaan Vihara Metta Sraddha.

Tidak hanya vihara lanjut mantan Kapolres Situbondo ini, pihaknya juga akan melakukan pengamanan dan penjagaan di semua tempat ibadah.

Serahkan Teman Sendiri Berduaan Dengan Pria Hidung Belang, Wanita Ini Terancam Dibui 10 Tahun

Mulai dari gereja, masjid, hingga klenteng. Pengamanan ini akan terus dilakukan tanpa jangka waktu yang ditentukan.

"Kami tidak ingin warga Mojokerto terpancing atau tersulut emosi dengan adanya kasus yang menimpa umat Islam Rohingya di Myanmar. Mari kita jaga keguyupan dan toleransi yang sudah terjaga dengan baik ini menjadi lebih baik lagi," tegasnya.

Ditanya upaya kepolisian supaya warga Kota Onde-onde tidak terpancing dengan kasus Islam Rohingya? Puji mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, di semua elemen masyarakat khususnya antar umat beragama.

"Kami berdiskusi, saling komunikasi dengan tokoh agama dan tentunya langsung ke masyarakat secara langsung," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved