Anaknya Dicabuli, Ibu Ini Minta Guru Agamanya Nengok Putrinya di Kantor Polisi, Tapi Ternyata . . .

Mereka sempat kaget saat mendengar anak-anaknya menjadi korban cabul guru ngaji yang telah bertahun-tahun mengajari anaknya.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
AS (29), warga Medokan Semampir, Surabaya, mengaku telah mencabuli enam muridnya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Panik saat mendengar anaknya menjadi korban perlakuan cabul, keluarga korban sempat meminta pertolongan tersangka.

Dia awalnya ingin minta tolong untuk nengokin anaknya yang saat itu sudah dibawa ke polisi oleh Ketua RW kampung mereka untuk dimintai keterangan soal pencabulan.

Tapi, sayang kepercayaan keluarga diakui keluarga korban kepada guru ngaji anak-anaknya.

Mereka sempat kaget saat mendengar anak-anaknya menjadi korban cabul guru ngaji yang telah bertahun-tahun mengajari anaknya.

"Saya ini sempat mau telepon orang itu. Saya mau minta tolong. Saya ga tau malah dia yang ngelakuin. Sudah dipercaya. Menyesal saya," ujar ibu korban berinisial NET saat rekonstruksi adegan di di Jalan Medokan Semampir No 38, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (8/9/2017).

Melihat reka adegan anaknya dicabuli guru ngaji puluhan kali, ibu korban tak henti beristighfar.

Warga juga sempat memintanya bercerita ulang.

Sambil cerita seorang perempuan yang berambut panjang tersebut tak henti mengatakan kekesalannya kepada tersangka.

"Anakku itu takut ga mau ngomong. Dia tak tanya ga ngaku. Ternyata sudah diancam sama orang itu," ujar ibu korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua guru ngaji di mushola yayasan nurusobah bernama Syafii dan Narto menjadi tersangka pencabulan tujuh anak didik.

Selama sekitar empat bulan, keduanya cabuli tujuh korban belasan kali di musholla tempatnya mengajar ngaji.

Hingga akhirnya satu diantara korban mengaku telah dicabuli guru ngaji tersebut dan berhasil dikumpulkam sebanyak empat korban terlapor di Polrestabes Surabaya.

"Ya yang ga lapor itu takut masian. Kalau saya ya mending lapor biar dihukum seberat-beratnya itu," tambah Ibu korban.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved