Agar Lebih Menguntungkan, Pakde Karwo Ingatkan Petani Agar Lakukan Proses Industri Terlebih Dahulu

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengingatkan tentang konsep pemberian nilai tambah di sektor pertanian atau agrobisnis.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Agustina Widyastuti
TRIBUNJATIM.COM/Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU Jatim di Graha Residence Surabaya, Minggu (24/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengingatkan tentang konsep pemberian nilai tambah di sektor pertanian atau agrobisnis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Soekarwo saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU Jatim di Graha Residence Surabaya, Minggu (24/9/2017).

Dalam siaran pers yang dikirim ke TribunJatim.com, gubernur yang akrab disapa dengan Pakde Karwo tersebut menyebutkan dari 36,49 persen tenaga kerja, di sektor pertanian hanya menyumbang 13,31 persen PDRB Jatim saja.

"Untuk itu, petani agar melakukan proses industri terhadap hasil produksinya, sehingga bisa memberikan nilai tambah," ungkap Pakde Karwo.

( Pakde Karwo Buka Turnamen Futsal Antar Wartawan se-Jatim, Begini Pesan Kritisnya ke Para Jurnalis )

Namun, untuk pengembangan industri mereka, para petani harus diberikan pinjaman dengan suku bunga rendah.

Caranya adalah dengan membentuk sebuah koperasi petani yang terdiri dari tiga kelompok tani, yang kemudian diberi bantuan seperti mesin giling penghasil beras premium dan juga diberi pelatihan soal packaging.

Pakde Karwo juga menyebutkan, akan mencoba pada lahan seluas 10x200 hektar.

Jadi tanahnya disewa dan tenaga kerja dibayar, nanti ketika sudah dua tahun bisa mengembalikan pinjaman itu atau tidak.

"Ini untuk sekaligus melihat apakah pemberian suku bunga rendah itu tepat sasaran dibanding pemberian subsidi pupuk atau tidak," jelas Soekarwo.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved