Diduga Jadi Penadah Truk Curian, Wanita Asal Dampit Malang ini Masuk Penjara

Selain itu, dikatakan Taufik, jajaran Polsek mengamankan satu terduga penadah, Art untuk mempertanggung jawabkan

Diduga Jadi Penadah Truk Curian, Wanita Asal Dampit Malang ini Masuk Penjara
(Surya/Achmad amru muiz)
Bak truk yang diamankan jajaran Polsek Dampit setelah diduga bagian dari truk yang dicuri dari wilayah kota Surabaya, Kamis (5/10/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dituduh penadah hasil curian, Ayt (42) ibu rumah tangga warga desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur diamankan Polisi.

Ini setelah di rumah tersangka ditemukan satu unit truk hasil pencurian di wilayah kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya dalam kondisi tidak utuh, Selasa (3/10/2017).

PS Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik mendampingi Kapolres Malang, AKBP H Yade Setiawan Ujung menjelaskan, dari laporan yang masuk disebutkan kalau jajaran Polsek Dampit menerima informasi diduga ada penadah hasil curian sebuah truk di desa Jambangan kecamatan Dampit.

Jajaranpun langsung melakukan penyelidikan atas informasi tersebut. Akhirnya bisa diketahui truk tersebut merupakan hasil pencurian di wilayah Kota Surabaya.

"Petugas langsung melakukan pengecekan terhadap nopol, warga bak truk, nomor rangka truk, dan ciri-ciri lain. Dan semuanya sesuai dengan laporan kehilangan truk di kota Surabaya sehingga langsung dilakukan pengamanan barang bukti," kata Taufik, Kamis (5/10/2017).

Selain itu, dikatakan Taufik, jajaran Polsek mengamankan satu terduga penadah, Art untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sedangkan para pelaku pencurian truk yakni yang mengambil, membawa, dan melepasi bagian truk dari wilayah Kota Surabaya tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.

Jajaran Polsek Dampit sudah mengetahui identitas dan ciri-ciri para pelaku pencurian truk tersebut.

"Mudah-mudahan saja para pelaku pencurian truk bisa cepat diamankan. Dan untuk tersangka Art terancam dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara," tutur Taufik. (Surya/Achmad amru muiz)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved