Digandeng Golkar, PKB Jombang Sodorkan 3 Kader Dampingi Petahana Nyono Suharli

Hadir pula Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli Wihandoko.

Penulis: Sutono | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Sutono
Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar menandatangani MoU memenangkan pilbup Jombang, disaksikan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli yang juga Bupati Jombang 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Partai Golkar Jombang kembali berkoalisi guna memenangkan Pilkada 2018. Setelah meneken ‘memorandum of understanding’ (MOU) dengan PDIP dan PAN, Partai Golkar bersepakat dengan PKB guna bersama-sama memenangkan satu pasangan calon (paslon) pada Pilbup Jombang 2018.

Penandatanganan MoU atau nota kesepahaman digelar di Kantor DPC PKB Jombang atau Graha Gus Dur, Jalan Laksda Adisucipto, Denanyar, Jombang, Minggu (8/10/201). Ribuan kader PKB dan Partai Golkar tampak hadir.

Hadir pula Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli Wihandoko.

Keduanya ikut membubuhkan tanda tangan sebagai saksi. Sedangkan MoU diteken Ketua Partai Golkar Jombang Tjaturina dan Ketua DPC PKB Jombang Masud Zuremi.

Jika koalisi ini berjalan mulus, dipastikan memenuhi syarat guna mengajukan paslon. Karena sudah melampui batas minimal perolehan kursi di DPRD setempat, yang dipersyaratkan aturan. Yakni 20 persen atau 10 dari total 50 kursi DPRD Jombang.

PKB memiliki delapan kursi di legislatif. Sedangkan Partai Golkar memiliki 7 kursi, sehingga total keduanya memiliki 13 kursi di DPRD Jombang, alias lebih dari 20 persen.

Meski dalam MoU belum disebutkan nama paslon, namun Partai Golkar sudah pasti mengajukan Nyono Suharli (bupati sekarang), sebagai calon bupati 2018-2023.

PKB sendiri rupanya tidak berambisi merebut kursi bupati meskipun memiliki satu kursi lebih banyak dari Golkar. Dengan 8 kursi di DPRD (Golkar hanya 7), PKB hanya mengincar kursi wabup, guna mendampingi calon petahana Nyono Suharli, yang diusung Golkar.

Terdapat tiga kader PKB yang dielus untuk mendampingi Nyono Suharli. Ketiganya, Masud Zuremi (Ketua DPC PKB Jombang), Munir Alfanani (Wakil Ketua DPC PKB Jombang), dan Subaidi Muchtar (Wakil Ketua DPRD Jombang yang juga anggota Dewan Syura PKB Jombang).

Ketua DPC PKB Jombang, Masud Zuremi mengatakan, PKB dan Golkar sebenarnya sudah lama bersinergi. Bahkan, pada pilkada 2008, PKB dan Golkar pernah berkoalisi, dengan mengusung paslon Nyono-Halim Iskandar. Namun saat itu Nyono-Halim dikalahkan paslon PDIP, Suyanto-Widjono.

Karena itu, untuk Pilkada 2018, kedua partai sepakat kembali berkoalisi. PKB setuju mengusung Nyono sebagai cabup, namun mengajukan kadernya untuk menjadi cawabup Nyono. Dari hasil pleno internal PKB, muncul tiga nama tadi.

Selanjutnya, tiga nama tersebut disodorkan ke DPP PKB melalui DPW Jatim. Dengan berbagai pertimbangan, DPP nanti merekomendasi satu nama untuk digandengkan dengan calon petahana.

"Insya Allah sebelum pendaftaran paslon ke KPU setempat dibuka, rekomendasi dari DPP PKB soal cawabup yang diusung sudah turun. Sehingga cukup waktu untuk melakukan persiapan dan komunikasi lebih intensif dengan Partai Golkar," ujar Masud.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga Bupati Jombang Nyono Suharli mengungkapkan, partainya sudah melakukan kerja sama dengan beberapa parpol lain untuk pemenangan pilkada.

Selain dengan PKB, sebelumnya juga dengan PAN dan PDIP. “Bersama partai-partai koalisi inilah nanti dimusyawarahkan siapa cawabupnya. Maksimal Desember sudah ada nama cawabup ini," ujar Nyono.

Namun Nyono enggan menyebut dari parpol mana kira-kira cawabup diambil.(Surya/Sutono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved