Hari Santri Nasional

Ribuan Santri Mojokerto Berikrar Bela NKRI dan Menjaga Pancasila

Bertempat di halaman Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, santriwati dari berbagai pondok pesantren (ponpes) dan siswa

Tayang:
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Rorry Nurmawati
Ribuan santri di Kabupaten Mojokerto saat membacakan ikrar Bela Negara dan Menjaga Pancasila. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Peringatan Hari Santri di Kabupaten Mojokerto, tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.  Puluhan ribu santri berikrar membela NKRI dan menjaga Pancasila.

Bertempat di halaman Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, santriwati dari berbagai pondok pesantren (ponpes) dan siswa madrasah di bawah naungan LP Ma’arif.

Lengkap mengenakan baju koko putih, bersarung dan berpeci sebagai identitas seorang santri, ribuan pelajar ini dengan semangat berikrar untuk membela NKRI serta menjaga Pancasila.

Adapun lima poin tersebut salah satunya, Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama.

"Ini sebagai bentuk wujud para santri dalam menjaga Pancasila dan NKRI. Dalam hal ini, santri dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi NKRI dari berbagai ancaman yang dapat merusak ideologi Pancasila dan kesatuan bangsa," kata Ketua Panitia HSN ke-3 PC NU Kabupaten Mojokerto, Shobirin, Minggu (22/10/2017).


Pembacaan ikrar juga diikuti oleh undangan dan para kiai yang hadir. Di antaranya, Ketua PC NU KH Syihabul Irfan Arief, KH Masyrikhan Asy’ari, KH Mashul Ismail, KH Sya’dullah, dan para pengurus PC NU. Dan 18 perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC), dan jajaran kader Nahdlatul Ulama (NU). (Surya/Rorry Nurmawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved