Pilgub Jatim 2018
Khofifah Indar Parawansa: Perbedaan Politik Tidak akan Memecah Belah NU
Khofifah mengatakan bahwa perbedaan pendapat di tubuh NU dalam dunia politik sudah biasa.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Agustina Widyastuti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Banyak kiai sepuh NU yang tidak menyetujui jika Khofifah Indar Parawansa maju dalam Pilgub Jatim 2018.
Para kiai sepuh berpendapat bahwa Khofifah harus berbagi tugas dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam mengabdi kepada negara sebagai sesama santri Nahdlatul Ulama.
Namun, Khofifah kurang setuju dengan pemikiran tersebut.
Menurutnya, sudah puluhan tahun NU belajar berdemokrasi dari kiai sepuh terdahulu.
( Hadiri MoU dengan Pemprov, Kapolda Jatim: Penyelewengan Dana Desa Jangan Sampai Terulang )
"Ketika NU jadi partai dan berfusi ke PPP, maka para kiai NU yang punya passion politik sebagian besar ke PPP," kata Khofifah saat menyalurkan PKH di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (20/11/2017).
Lalu, ia menceritakan bahwa tidak lama kemudian Abdurrahman Wahid atau Gus Dur membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Sejak itu sebenarnya kita sudah melihat bahwa ada afiliasi yang berbeda, ada yg tetap istiqomah di PPP seperti KH Maimun Zubair, ada juga yang ke PKB bahkan ke Golkar," tutur Khofifah.
"Namun, ada juga kiai yang tidak berafiliasi ke partai manapun," lanjutnya.
Dari sejarah tersebut, Khofifah mengatakan bahwa perbedaan pendapat di tubuh NU dalam dunia politik sudah biasa.
Namun, ucapnya, perbedaan tersebut tidak memecah belah NU dan tali silaturahmi antar kiai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/khofifah-indar-parawansa-saat-menyalurkan-pkh-di-pendopo-kab-malang_20171120_184619.jpg)