Dugaan Tuduhan Santet, KakekDi Sumenep ini Tewas Dibantai Orang Tak Dikenal
Korbab yang sehari-hari hanya sebagai buruh tani itu ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kebun kelapa, desa setempat, Kamis (30/11/2017).
Penulis: Moh Rivai | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kasus pembunuhan dengan tudingan seseorang mempunyai ilmu hitam atau santet, kembali terjadi di Sumenep.
Korban kali ini menimpa Moh Tasan (60) warga Desa Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura.
Korban yang sehari-hari hanya sebagai buruh tani itu ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kebun kelapa, desa setempat, Kamis (30/11/2017).
Korban menderita luka-laku tragis di pelipis kiri, bahkan leher korban terdapat luka bacok hingga nyaris putus.
Kepala Kepolisian Resor Batang-Batang, Sumenep, AKP Sutrisno membenarkan kejadian tersebut, bahkan awalnya pihak kepolisian mendapat laporan penemuan mayat di lokasi tersebut.
Sehingga pihaknya langsung menuju lokasi kejadian. Dan, benar pihaknya ketika ke lokasi kejadian menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa diketahui identitasnya.
“ Namun setelah terus kita melakukan penyelidikan dan penyebaran infofmasi ke masyarakat, akhirnya data diri korban diketahui,” kata Sutrisno, Kamis (30/11/2017).
Masih menurut Kapolsek, sesuai keterangan yang diperoleh dari keluarga korban menyebutkan, korban menghilang dari rumahnya sejak Rabu malam.
Yaitu sejak korban pamit ke keluarganya akan menghadiri sebuah kegiatan arisan tidak jauh dari tempat tinggal korban. Namun hingga larut malam korban tidak kembali ke rumahnya.
“ Pihak keluarganya sejak malam itu juga sudah mencari keberadaan korban dengan mendatangi tempat arisan dan ke rumah-rumah kerabatnya, tapi tidak ditemukan,” katanya.
Sampai kemudian pada esok haringa, keluarga korban mendapatkan info dari aparat desa setempat jika ada penemuan mayat laki-laki.
Demian Aditya Sudah Jenguk Stunt Man yang Cidera Dalam Aksinya
Sehingga keluarga korban mendatangi lokasi ditemukannya mayat hanya sekitar 500 meter dari rumahnya itu dan benar kalau mayat laki-laki 60 tahun yang masih menggunakan sarung itu adalah Moh Tasan (60) warga Desa Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, yang menghilanh dari rumahnya.
“ Mayat korban langsung dievakuasi dan dioutopsi di RSD dr H Moh Anwar Sumenep, setelah kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” tambah mantan Kapolsek Lenteng ini.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk orang yang pertamakali menemukan mayat korban dan saksi-saksi dari keluarganya.
Sedangkan kabar yang beredar di sekitar lokasi kejadian, pembunuhan ini diduga kuat berdasarkan isu santet yang santet dituduhkan ke korban. Sehingga kemudian korban dibunuh secara keji. (Surya/Moh Rivai)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-sumenep-pembacokan-pasutri-sumenep_20170213_190751.jpg)