Sudah Teruji 100 Tahun, Kenapa Masih Ada Saja Warga yang Menolak Vaksin Difteri?

Kasus yang baru-baru ini dikabarkan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tersebut, semakin memperjelas kondisi masyarakat

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso, menunjukkan grafik kasus difteri di Provinsi Jatim, Rabu (6/12/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyakit Difteri beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah.

Mengingat sejumlah masyarakat Indonesia mulai terserang penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan ini.

Kasus yang baru-baru ini dikabarkan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tersebut, semakin memperjelas kondisi masyarakat yang tidak menghiraukan vaksin difteri.

dr Dominicus Husada, Anggota Komisi Ahli Difteri Nasional sekaligus Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo  Surabaya menuturkan hal itu bisa dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang vaksi difteri.

Hanya Kenal Lewat FB, Pria Asal Blitar ini Tertipu Rp 54 Juta

Vaksin Difteri menurut dr Domi adalah salah satu vaksin yang sudah teruji 100 tahun lamanya. Dia menjelaskan vaksin ini sudah lama ada sejak tahun 20an, dan banyak menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

"Difteri ini termasuk kelompok penyakit yang sudah ada vaksinnya. Tidak banyak penyakit punya vaksin, paling hanya 40 jenis penyakit saja yang sudah ada vaksinnya. Kalau vaksin itu membahayakan seperti yang dibicarakan oleh sekelompok orang, tentu kita sudah menariknya di seluruh dunia sejak lama," jelasnya saat dihubungi Surya.co.id, Jumat (8/12/2017).

dr Domi menjelaskan jika penolakan ini datang dari sejumlah publik figur, dia berharap agar publik figur tersebut menahan diri.

"Seharusnya dia menahan diri dan memahami bahwa apa yang dia sampaikan akan berdampak kepada banyak orang," tegasnya. (Surya/Pipit Maulidiya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved