Ketika Mahasiswa Unitomo Latih Warga Bungurasih Sidoarjo Penanganan Evakuasi Banjir
Hal ini diperlukan agar warga bisa mengantisipasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana melanda.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pengetahuan menghadapi bencana perlu diketahui masyarakat.
Hal ini diperlukan agar warga bisa mengantisipasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana melanda.
Memberi edukasi bahaya bencana tersebut, 72 mahasiswa Universitas Bung Tomo (Unitomo) Surabaya menggelar gladi lapang dan gladi posko di Desa Bungurasih, Waru, Minggu (17/12/2017).
Aprianto (21) memapah seorang lansia untuk dievakuasi. Skenarionya, kawasan Bungurasih dilanda banjir parah.
Lansia tersebut dievakuasi dan diberikan kursi roda agar nyaman ketika diangkut ke mobil evakuasi milik BPBD Sidoarjo.
Usai menyelamatkan lansia tersebut, Aprianto Utomo ini mencari korban lainnya. Mahasiswa jurusan Manajemen ini menemukan korban yang terluka, kemudian ia bawa ke posko keamanan bersama teman-temannya.
"Hal mendasar ketika terjadi bencana adalah mengevakuasi lansia, anak-anak, wanita, dan korban terluka, terlebih dahulu," kata Aprianto.
Aprianto bersama 71 teman-temannya menggelar KKN berbasis Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat. Latihan simulasi bencana dirasa perlu karena kawasan Bungurasih kerap dilanda banjir ketika musim hujan.
"Tidak mengharapkan bencana terjadi, namun kalau warga di sini mengalami bencana sudah tahu yang harus dilakukan. Semoga saja," sambungnya.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito.
Nur Ahmad menuturkan dalam evakuasi bencana diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. Pelatihan yang diberikan para mahasiswa tersebut dinilai sudah memenuhi SOP penanganan bencana, terutama banjir.
"Namun jangan cuma evakuasinya, melainkan pencegahan banjir itu sendiri," imbuh Nur Ahmad.
Terkait penanganan banjir, Nur Ahmad menyampaikan pihaknya telah membuat program kerja normalisasi sungai-sungai utama Kota Delta. Setidaknya, lima sungai masuk dalam anggaran normalisasi tersebut.
"Peran warga juga signifikan, yaitu menjaga kebersihan sungai dengan cara tidak membuang sampah ke dalam sungai.
Jika ini berhasil, Sidoarjo pasti bisa bebas banjir," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito menyatakan semua wilayah Sidoarjo sudah dalam status Siaga Bencana.
Hanya satu wilayah yang sudah masuk kategori Tanggap Darurat, yaitu kawasan Porong.
"Kami pun telah melakukan zonanisasi bencana dan menyiagakan anggota. Agar ketika bencana melanda, kami langsung bisa cepat melakukan penanganan," tandas Dwijo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-bungurasih-pelatihan_20171217_233246.jpg)