Breaking News

Ini Sosok Aris Febriansyah, Pembunuh Anak Kekasihnya Sendiri

Para pedagang mengenalnya sebagai kekasih Katinah alias Wati, salah satu pemilik warung di pasar pusat sayur mayur ini.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Surya/David Yohanes
Aris Ferbiansyah (31) pembunuh Hanung bocah di tulungaggung anak kekasihnya 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sosok Aris Febriansyah (31), warga Lingkungan 10 Desa/Kecamatan Ngunut selama ini dikenal kerap tinggal di Pasar Ngemplak Tulungagung. Jika malam, Aris tidur di emperan warung yang sudah tutup.

Para pedagang mengenalnya sebagai kekasih Katinah alias Wati, salah satu pemilik warung di pasar pusat sayur mayur ini.

Namun para pedagang di pasar ini memandang sinis dengan keberadaan Aris.

“Mereka bukan suami istri. Tapi hanya “bojoan” (pasangan yang sudah layaknya suami istri),” ujar seorang ibu-ibu, pedagang di pasar Ngemplak yang lapaknya tidak jauh dari warung Wati.

Selama ini Aris dikenal hidup numpang kepada Wati.

Jika siang hari, Aris membantu Wati berjualan.

Namun jika malam, Aris bekerja sebagai pengamen.

Aris sering bermain bersama Hanung (2), anak Wati yang dibunuhnya.

Namun sejumlah pedagang di Pasar Ngemplak menilai, Aris tidak tulus menyayangi Hanung.

“Dia itu pandai mengambil hatinya Wati. Padahal dia sering kasar kepada Hanung,” ucap sumber itu.

Sikap sinis para pedagang semakin bertambah, setelah tahu bahwa Aris adalah residivis.

Keberadaannya sebagai mantan narapidana membuat para pedagang was-was.

“Informasinya dia baru delapan bulan keluar dari penjara. Sekarang dia pasti masuk lagi. Semoga lebih lama,” ujarnya.

Hanung adalah anak ke-2 Wati, dari pernikahan keduanya.

Masih menurut pedagang Pasar Ngemplka, sejak kenal dengan Aris, Wati menjadi kurang menjaga Hanung.

Bocah ini kerap berlarian ke jalan. Jika sore Hanung sering minta dimandikan oleh tetangga warung.

Rabu (27/12/2017) subuh Hanung ditemukan terluka parah saat bersama Aris sebuah warung ayam goreng di Pasar Ngemplak Tulungagung.

Aris beralasan Hanung terluka karena kejatuhan meja yang terguling.

Diduga Hanung meninggal seketika, dan langsung dimakamkan.

Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan kejanggalan.

Ternyata meja yang digunakan untuk melakan lesehan itu hanya terbuat dari triplek dan tingginya sekitar 40 sentimeter.

Sehingga jika meja itu terguling dan menimpa Hanung, tidak mungkin berakibat fatal.

Rabu malam polisi menjemput Aris saat berada di rumah Wati, di Dusun Talapan, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

Dari interogasi yang dilakukan polisi, Aris akhirnya mengakui telah membunuh Hanung.

Bocah nahas itu dipukul perutnya sekali, kemudian dipukul bagian belakang kepala sebanyak tiga kali.

Inilah yang Jadi Penyebab Antrian Panjang Sampai 500 Meter di Pintu Masuk Tol Suramadu Sisi Surabaya

Aris kemudian membenturkan wajah Hanung ke lantai hingga berlumuran darah.

Perilaku kejam ini dipicu rasa cemburu Aris kepada Wati.

Sebab Wati kerap digoda oleh pelanggan warungnya.

Selain itu Aria menuding Wati menjalin asmara dengan laki-laki lain. (Surya/David Yohanes)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved