Pilkada Serentak 2018

Jelang Pilkada Serentak, Polda Jatim Nonaktifkan 3.205 Akun di Medsos

Banyaknya akun di sosial media yang bermasalah membuat gerakan menutup sangat massif dilakukan, jelang Pilkada serentak.

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Mujib Anwar
Flaticon
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Tim Cyber Trops milik Bid Humas Polda Jatim terus memelototi akun di media sosial (Medsos) abal-abal yang menyebar kebencian.

Mulai Oktober 2017 hingga menjelang Pilkada, jumlah akun yang dibrack down oleh Tim Cyber Trops sebanyak 405 buah.

Sementara jauh hari atau sejak 2016 hingga sekarang, jumlah akun yang diblokir sebanyak 2800 buah.

Total akun yang diblokir 3.205 buah. Sejumlah postingan yang diblokir di antaranya Instagram, Facebook, Line, WhatsApp, dan sejumlah medsos lainnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan menjelang pilkada terdapat ratusan akun terdeteksi menebar berbagai postingan negatif.

Postingan yang dilakukan itu dianggap bisa memprovokasi dan mengintervensi seseorang.

"Akun tersebut ada yang menebar ujaran kebencian, HOAX, SARA dan penyebaran PKI," ujar Kombes Frans Barung, Senin (8/1/2018).

Tim Cyber Trops yang langsung dikomandani Frans Barung, tindakannya tanpa ampun, petugas langsung menonaktifkan akun tersebut.

"Mayoritas akun yang dipakai didominasi akun bodong," jelasnya.

Selain memblokir akun yang ada, petugas juga mengambil langkah hukum dan menindak para pelanggar sesuai UU yang ada.

"Sudah ada beberapa perkara yang ditangani oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim," terangnya.

Seperti, pemilik akun yang menyebar gambar di facebook terkait foto Presiden Joko Wi yang diedit.

Pemilik akun langsung dicari dan ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Juga ada perkara di Madura yang menyebar foto pejabat yang kepalanya diubah orang lain.

"Semua perkara yang ada harus ditangani karena sudah menjelek-jelekkan orang lain. Apalagi pejabat negara," terangnya.

Menjelang Pilkada ini, Tim Cyber Trops terus melakukan patroli di dunia maya. Petugas terus mencari postingan atau balck compaign terhadap pasangan lain.

Pasalnya, tindakan tersebut dinilai bisa membunuh karakter seseorang. (Surya/Anas Miftakhudin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved