Kerap Dapat Pengaduan Warga, DPRD Minta Pemkot Surabaya Lakukan Smart Penggusuran, Apa Itu?

Kerap mendapat aduan dari warga, DPRD Surabaya minta pemerintah kota melakukan penggusuran dengan hati-hati.

Tayang:
Penulis: Nurul Aini | Editor: Agustina Widyastuti
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Ahmad Zakaria, anggota Komisi B DPRD Surabaya saat ditemui TribunJatim.com di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (3/8/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kerap mendapat aduan dari warga, DPRD Surabaya minta pemerintah kota melakukan penggusuran dengan hati-hati.

Achmad Zakaria, anggota komisi B DPRD Surabaya mengajukan smart penggusuran untuk diterapkan oleh Satpol PP dan OPD terkait.

"Sekarang sudah 2018, sudah saatnya berkerja serba smart, smart penggusuran juga perlu dilakukan pemkot," kata Zakaria, Selasa (9/1/2018).

( Sekjen PDIP: Sosok Pengganti Anas yang Dampingi Gus Ipul Dijamin Kejutkan Lawan Politik )

Smart penggusuran yang dimaksud politisi PKS tersebut adalah memberikan solusi yang tidak merugikan bagi warga yang tergusur.

Solusi tersebut harus ada dan disosialisasikan sebelum penggusuran dilakukan.

Sehingga warga dapat lebih dulu membereskan barang-barangnya sebelum tempat mereka dihancurkan.

Berbeda dengan kondisi saat ini, Zakaria sebagai komisi bidang perekonomian mengatakan komisinya kerap mendapat pengaduan penggusuran PKL yang tidak memberi solusi.

Para pedagang terpaksa menggangur karena tidak dapat berjualan kembali.

Di sisi lain, Zakaria membenarkan bahwa PKL yang berjualan di jalan-jalan dan sembarangan harus ditertibkan.

Namun, harus ada solusi terlebih dahulu berupa lokasi alternatif sebagai relokasi mereka supaya dapat tetap berjualan.

( Gus Ipul Tengah Cari-cari Pasangan di Pilgub Jatim, Begini Tanggapan Pakde Karwo )

Karena, menurut Zakaria kalau tidak ada relokasi, mereka akan buka lagi di tempat yang tidak seharusnya.

"PKL itu harusnya direlokasi, dibina supaya tidak sembarangan lagi," kata Zakaria.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved