Karaoke di Pamekasan Ditutup, Ulama dan Massa Gelar Istighotsah

Sekitar 1.000 masssa, yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA), Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Madura

Karaoke di Pamekasan Ditutup,  Ulama dan Massa Gelar Istighotsah
Surya/Muchsin Rasjid
SUASANA istighotsah dan zikir akbar, sebagai tanda syukur ditutupnya tempat prostisi dan karaoke di Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sekitar 1.000 masssa, yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA), Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Madura, menggelar doa istighotsah dan zikir akbar, di halaman Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Senin (22/1/2018).

Zikir akbar ini, dipimpin KH Ali Karrar Sinhaji, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhit, Lenteng, Proppo, Pamekasan. Dihadiri Panglima LPI Madura, Abdul Azis dan Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo.

Dalam orasinya, Abdul Azis mengatakan, istighotsah dan zikir akbar ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Pamekasan atas ditutupnya tempar prostitusi dan sejumlah karaoke di Pamekasan.

Ia merasa bersyukur kepada Allah, karena tuntutannya agar semua tempat karaoke di Pamekasan ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi.

Kendati Pemkab Pamekasan sudah menutup, pihaknya tidak akan tinggal diam dan terus memantau serta akan melakukan sweeping ke sejumlah tempat karaoke yang tetap nekat beroperasi.

Karena itu, setelah tempat prostitusi dan karaoke itu ditutup, pihaknya mengirimkan perwakilan untuk mengecek langsung ke lokasi.

“Kami menghimbau kepada massa tidak perlu ikut mengecek, karena kami sudah mempercayakan kepada perwakilan,” kata Abdul Azis dengan lantang.

Sebelum melakukan istighotsah, mereka terlebih dahulu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Wakil Bupati Pamekasan, Kapolres dan Juga Forkopimda, Jumat (19/1/2018) lalu.

Dalam rapat itu memperoleh keputusan untuk menutup semua karaoke.

Baca: Baru 3 Bulan Ditinggal Istri Meninggal, Beredar Foto Komedian Malih Menikah Lagi di Usia 57 Tahun

Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo meminta kepada masyarakat apabila ada informasi yang terindikasi pidana prostitusi, segera melapor ke pihak berwajib untuk dilakukan penindakan. Dan ia menyarankan tidak boleh main hakim sendiri. Baiknya dipasrahkan kepada aparat kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Kasi Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Pamekasan, Mohammad Yusuf Wibiseno, di depan ribuan massa mengatakan, terdapat lima tempat hiburan karaoke di Pamekasan yang sudah ditutup. Yakni, Karaoke Putri, di Jl Trunojoyo, Kampung Kita di Jl KH Wahid Hasyim, Puja Sera di Jl Niaga. Dapur Desa di Jl Raya Trasak, Kecamatan Pademawu dan King Wan, di kawasan Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota, Pamekasan.

Baca: Tanggapi Surat Terbuka Soal Andik Vermansyah, Bonek Malaysia Sebut Manajemen Persebaya Wedi Mlarat

Menurut Yusuf Wibiseno, penutupan tempat karaoke sudah dilakukan pada Jumat (19/1/2018) malam lalu, disaksikan Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ ari, Kapolres AKBPi Teguh Wibowo, Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto, serta anggota LPI dan sejumlah ulama Pamekasan.

“Jadi semua karaoke di Pamekasan itu sudah kami tutup secara permanen. Penutupan itu disaksikan fopimda,” kata Yusuf Wibiseno, disambut tepuk tangan ribuan massa. (Surya/Muchsin Rasjid)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved