Astaga, Alami Mual dan Pusing, Wanita Ini Dibawa ke Rumah Sakit, Namun Nyawanya Tak Tertolong

Astaga, berobat ke rumah sakit karena sakit mual, perempuan ini malah kehilangan nyawa setelah disuntik perawat.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Syairwan
Pasien tewas di rumah sakit 

TRIBUNJATIM.COM - Belakangan dunia medis menjadi sorotan publik.

Itu terkait sejumlah kasus yang baru-baru ini terjadi.

Misalnya, adanya kasus pelecehan seks yang dilakukan oleh seorang perawat kepada seorang pasien di National Hospital.

Selain itu, seorang perempuan calon perawat juga mengungkapkan pengakuan yang mencengangkan.

Baca: Dua Orang Asal Krian Sidoarjo Ditangkap Polsek Wonokromo karena Kepemilikan Barang Haram Ini

Perempuan itu mengaku telah dilecehkan oleh seorang dokter saat uji kesehatan.

Selain dua kasus itu, juga muncul persoalan lainnya.

Itu seperti yang terjadi di Sidoarjo baru-baru ini.

Belum tuntas persoalan Puskesmas Krian yang diduga menelantarkan pasien pekan lalu, Senin (29/1/2018) Daud Hamzah (41), warga Desa Ketegan, Taman, juga mengeluhkan layanan kesehatan di RS Siti Khodijah Taman.

Baca: Ternyata Baru 140 Taksi Online Yang Resmi di Surabaya

Hamzah mengatakan ibunya, Supariyah (67) meninggal di RS tersebut pada 21 Desember 2017 lalu pukul 04.30 WIB.

"Meninggal karena saya menduga ibu saya diterlantar dan kemungkinan juga ada dugaan malapraktik terhadap ibu saya," kata Hamzah saat ditemui di rumahnya.

Hamzah menuturkan, pada 20 Desember ibunya mengeluhkan pusing dan mual.

Kemudian Hamzah membawa ibunya ke RS tersebut.

Baca: Arema FC VS Bhayangkara FC Duel Hidup Mati Demi Satu Tiket Tersisa

Saat tiba di RS, petugas resepsionis mengatakan ke Hamzah tak ada kamar kosong.

Kemudian Hamzah menanggapi petugas tersebut ingin memasukkan ibunya sebagai pasien umum, bukan pasien JKN (BPJS).

"Petugasnya langsung mengatakan ada satu kamar kosong. Akhirnya ibu saya masuk pukul 11.30 WIB," sambungnya.

Mendapatkan ruang perawatan tak berarti mendiang Supariyah ditangani secara medis.

Baca: Pemkab Malang Rencana Bangun Embung Setiap Desa, Tujuannya ini

Hamzah mengaku ibunya dijanjikan akan ditangani dua dokter spesialis dalam dan syaraf.

Namun hingga keesokan harinya, ibunya sama sekali tak ditangani secara medis.

"Hingga malam hari keesokan harinya sampai keadaan ibu saya kritis juga belum ditangani. Saat itu pukul 20.00 WIB," ujarnya.

Hamzah yang sudah emosi meminta perawat untuk segera memanggil dokter spesialis yang dijanjikan itu.

Baca: Deretan Busana Terseksi di Grammy Awards 2018, No 5 Tak Malu Pamerkan Bagian Tubuhnya yang Besar

Pada pukul 21.00 WIB belum juga datang, namun seorang perawat menyuntikan sesuatu ke ibunya tanpa mengecek kondisi mendiang Supariyah.

Namun, Hamzah curiga, ketika perawat menyuntik, keadaan ibunya dalam keadaan tak sadar, tak bergerak, dan tak merespon, sama sekali.

Hamzah mengecek nadi ibunya, ternyata tak ada denyut.

Ternyata Supariyah sudah meninggal.

Baca: Kebobolan Gol Persebaya, Kiper Madura United Satria Tama Tolak Disebut Grogi Bermain di Depan Bonek

Pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim.

Keluarga juga mengajukan somasi ke RS untuk meminta pertangghngjawaban penanganan medis ibu Supariyah.

"Tak ada tanggapan sama sekali oleh pihak RS," ucapnya.

Kuasa hukum keluarga, Achmad Yusuf, menambahkan pihaknya sudah mengirim dua somasi ke RS Siti Khodijah Taman.

Baca: 1 Februari Batal Diberlakukan Tilang Taksi Online

Somasi pertama tertanggal 10 Januari, namun tak digubris pihak RS.

"Somasi kedua 17 Januari baru ditanggapi. Isinya, mereka (RS) sudah lakukan sesuai SOP, meninggalnya ibu klien kami di luar kemampuan RS, dan kami diarahkan untuk menemui pengacara korporasi," tandas Yunus.

Yunus menyatakan pihaknya ingin meminta kejelasan terkait tak ditanganinya ibu Supariyah secara kekeluargaan.

"Kami lanjutkan somasi ketiga. Jika tak ditanggapi, kami akan langsung upayakan langkah hukum. Kami sudah melapor ke Polda Jatim dan MKDI terkait masalah ini," ungkap Yunus.

Baca: 1 Februari Batal Diberlakukan Tilang Taksi Online

Pihak RS Siti Khodijah melalui Humas Emy Hudayanti, menyatakan belum bisa menanggapi peristiwa ini. Namun, pihaknya bakal menggelar jumpa pers pada Selasa besok untuk menjelaskan duduk perkara tersebut.

"Besok (Selasa) akan kami jelaskan," ujar Emy melalui sambungan telepon.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved