Liga Indonesia
'Neraka' Bagi Madura United Saat Kompetisi Belum Bergulir Tapi Harus Bayar Gaji Pemain
Hingga saat ini, jadwal resmi kick off kompetisi Liga 1 tak kunjung menemui titik terang.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hingga saat ini, jadwal resmi kick off kompetisi Liga 1 tak kunjung menemui titik terang.
Madura United sebagai peserta kompetisi pun dibuat bingung dengan ketidakpastian jadwal.
Pasalnya, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab punya tanggungan membayar gaji pemainnya yang berstatus pemain bintang.
Sejalan dengan itu, kompetisi tak kunjung dimulai, sehingga tidak ada pemasukan seperti commercial share.
(Tak Setuju Jika Liga 1 Disebut Molor dari Jadwal, Manajer Madura United: Mulainya Saja Tidak Tahu)
Manajer Madura United, Haruna Soemitro menganggap situasi ini seakan neraka untuk Madura United.
"Bagi kita kiamat karena untuk Madura United karena minggu depan sudah gaji pemain, kontrak sudah 'on' untuk gaji pemain," ungkap Haruna Soemitro, Jumat (16/2/2018).
"Secara hukum kita juga sudah terikat dengan pemain. Beda kasus antara klub dan liga," tambahnya.
Haruna menganggap hal ini terjadi akibat ketidaksanggupan Direksi operator liga untuk menghandle kompetisi.
(Dua Gelandang Baru Madura United Datang, Gomes de Oliviera Nilai Mereka Pemain Bagus)
Mantan ketua Asprov Jatim ini kemudian menyarankan Direksi Liga untuk mundur dan tidak lagi membela diri.
"Makanya saya sarankan ke pengelola liga menyerahkan diri dan mengaku tidak mampu. Jangan alasan TV partner belum bayar," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/achsanul-qosasi-berikan-motivasi-kepada-pemain-madura-united_20180116_135436.jpg)