Begini Cara Sederhana Investasi Saham, Cukup Perhatikan 2 Hal Ini

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara berinvestasi. Tak perlu jadi ekonom terlebih dulu untuk berinvestasi!

Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Alga W
securitas.co.id
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Investasi merupakan satu di antara cara untuk mengimbangi inflasi.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara berinvestasi.

Kepala Bagian Pengaturan Pengelolaan Investasi, Hasoloan Tumanda Uli Hutajulu memberikan tips sederhana untuk berinvestasi saham.

Ia menyampaikannya saat acara media gathering terkait 'Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2018' di Kantor OJK Regional IV Jawa Timur, Kamis (22/2/2018).

Dua Lipa Boyong 2 Piala dan Cetak Sejarah, Berikut Daftar Lengkap Pemenang Brit Awards 2018!

Solo mengatakan, calon investor bisa langsung mengunjungi bursa efek yang ada di Surabaya.

Kemudian, investor diarahkan mengisi formulir untuk membuka rekening akun saham, hal ini sama seperti saat membuka rekening tabungan di bank.

"Setelah mengisi formulir, investor menyetorkan sejumlah uang yang akan diinvestasikan," kata Solo.

Solo melanjutkan, supaya tidak salah dalam memilih saham, sebaiknya memilih saham dari perusahaan di mana produknya dipakai sehari-hari oleh masyarakat.

"Misalnya dari sisi consumer good itu bisa memilih Unilever, Astra, Indofood. Atau kalau dari perbankan, itu bisa dilihat masyarakat banyak menggunakan bank apa. Cara mudah memilih saham adalah memilih perusahaan yang terus berlanjut," tambahnya.

Inikah Rumah Bu Dendy dan Rumah Pemberian Pak Dendy ke Terduga Pelakor? Begini Perbandingannya

Di sisi lain, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Nicky Hogan juga mengatakan, secara teknikal untuk berinvestasi adalah bisa melihat laporan keuangan dari perusahaan yang akan dituju.

"Investasi itu sangat liquid. Dalam 10 tahun terakhir, saham dari perusahaan seperti Indofood, Astra, Mayora, BRI, Mandiri itu mengalami kenaikan harga sebesar 2 digit dalam setahun. Atau bisa dikatakan naik sebesar 20 persen dalam setahun," tuturnya.

Sehingga, Nicky mengatakan, perusahan-perusahaan yang produknya masih dipakai oleh masyarakat dalam sehari-hari, sangat layak untuk dijadikan saham pertama.

"Tidak harus jadi ekonom terlebih dahulu kalau menjadi investor," pungkasnya.

Aurat Shireen Sungkar Terlihat Saat Kumpul Bareng Sahabat Sang Suami Teuku Wisnu, Netizen Protes

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved