Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Lagi Asyik Bermain, Bocah di Madura Hilang dan Tubuhnya Ditemukan Mengenaskan

Kasus anak hilang saat asyik bermain dan tiba-tiba ditemukan meregang nyawa makin sering terjadi.

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Mujib Anwar
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Nasrul Maulidi (6), warga Dusun Konang Daja, Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, ditemukan tewas tenggelam di sungai, sekitar 300 meter dari rumahnya, Jumat (23/2/2018), sektar 12.45.

Korban anak dari Lutfi itu, saat ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap dalam kondisi tubuhnya mengapung dan  tengkurap di areal pohon bambu di sungai dengan kedalaman air 1, 5 meter.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Galis, untuk dilakukan otopsi luar.

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum korban ditemukan tewas, keluarganya mencari korban ke rumah tetangga sekitar.

Namun tetangganya tidak mengetahui keberadaan korban. Termasuk saat dicari di sekitar sungai.

Padahal kebiasaan korban sering bermain di pinggir sungai, yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Tapi tetap tidak ada tanda-tada keberadaan korban.

Berselang satu jam kemudian Abdul Jadin dan Saleh, tetangga korban melintas di pinggir sungai. Keduanya curiga melihat tubuh anak kecil tengkurap di sungai.

Ketika didekati, Abdul Jadin dan Saleh kaget, karena ternyata tubuh korban mengapung dan dalam kondisi sudah tewas, sehingga keduanya lantas menghubungi keluarganya.

Berita ditemukannya korban tenggelam di sungai, mengundan perhatian warga sekitar. Sehingga warga sekitar, pria dan wanita berbondong-bondong mendangi lokasi kejadian.

Begitu juga aparat Polsek Galis dan petugas Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, datang untuk mengevakuasi tubuh korban.

Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, yang turut mengevakuasi tubuh korban mengatakan, dari hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.  

“Kebiasaan korban selama ini sering main di pinggir sungai. Bisa jadi, saat bermain, kakinya terpeleset dan tubuh korban kecebur sungai, lalu terseret,” kata Budi Cahyono. (Surya/Muchsin Rasjid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved