Pilkada Sampang
Gambar NU Dilarang Dipakai Kampanye Pilkada
Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan netral dalam Pilkada dan melarang keras atributnya dipakai kampanye.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG – Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan netral dalam Pilkada Kabupaten Sampang 2018.
Hal itu ditegaskan Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin Abd Wahid, dalam deklarasi Pilkada Aman dan Damai di Aula Kontor PC NU, Jalan Diponegoro, Nomor 51 Banyuanyar, Sampang, Selasa (27/2/2018).
“NU milik semua masyarakat, bukan milik golongan atau orang tertentu, jadi jangan sampai ada Paslon mana pun menggunakan atribut NU untuk memenangkan kontestasi politik,” tegas Syafiuddin.
Syafiuddin juga berharap, pada Pilkada nanti semua pihak bisa menjalankan politik santun.
Tim sukses, simpatisan, dan semua elemen masyarakat Sampang harus menghindari money politik dan black campaign,
"Jalankan praktik politik santun serta berakhlak,” tandasnya.
Bertemu Sedulur Marhaen, Puti Soekarno Dukung Pendirian Patung Bung Karno di Tulungagung
Kampanye Pilgub, Ganjar Pranowo Kena Semprit Siti Atiqoh
Temukan 30 Kasus Kampanye Hitam, Tim Pemenangan Khofifah-Emil akan Lapor ke Bawaslu
Sementara, bagi penyelenggara, Syafiuddin berharap mereka bisa menjalankan tugas dan fungsinya secara netral dan profesional.
“Biarkan penyelenggara pemilu bekerja secara profesional, kita awasi bersama,” imbuhnya.
Syafiuddin menegaskan, NU siap mendukung siapapun nantinya yang terpilih menjadi pemimpin Sampang.
"Kami mendukung dan siap bekerjasama dengan Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang ditetapkan secara konstitusional nantinya," bebernya.
Untuk diketahui, Pilkada Kabupaten Sampang diikuti tiga Pasangan Calon (Paslon), yaitu H Slamet Junaidi - H Abdullah Hidayat (Jihad), H Hermanto Subaidi - H Suparto (Mantap), dan pasangan H Hisan - H Abdullah Mansyur (Hisbullah). (Surya/Khairul Amin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/deklarasi-pilkada-aman-dan-damai-pilkada-sampang_20180228_081422.jpg)