Pilgub Jatim 2018

Laksanakan Ide dari Gus Dur, Khofifah Sisir Anak Kurang Mampu agar Bisa Mengenyam Pendidikan

Lanjutkan navigasi programnya, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa hadiri undangan Alumni Ponpes Bululawang Malang

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyapa pedagang di Pasar Sepanjang Sidoarjo, Rabu (28/2/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lanjutkan navigasi programnya, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa hadiri undangan Alumni Ponpes Bululawang Malang, Minggu (4/3/2018).

Di sana, Khofifah menjelaskan program mengenai kesejahteraan pesantren.

Program yang diusung oleh pasangan calon di Pilgub Jatim 2018 Khofifah- Emil, adalah untuk memberdayakan santri dan pesantren, dan juga untuk mewujudkan pemerataan pendidikan.

(Tak Hanya Davide Astori, Inilah 40 Pesepak Bola yang Meninggal Muda Karena Serangan Jantung)

Khofifah mengakui, dirinya melaksanakan ide dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk menyisir anak kurang mampu.

"Menyisir mereka anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang baik," jelas Khofifah, Minggu (4/3/2018).

Program tersebut ia ketahui dan mendapatkan inspirasi ketika dirinya bersama Gus dur mengunjungi Malaysia.

Saat itu Khofifah mendapati asrama sekolah yang khusus disediakan untuk yang kurang mampu.

(Susul WANNA ONE, JBJ Juga Bakal Datang ke Jakarta Lho, Yang Mau Nonton Konsernya Buruan Beli Tiket!)

"Jadi anak yang kurang mampu diberi prioritas beasiswa secara utuh, bahkan setelah SMA mereka boleh mendaftar ke perguruan tinggi di dunia," jelas mantan Menteri Sosial tersebut.

Seperti yang diketahui, ternyata dana yang dikumpulkan untuk anak kurang mampu tersebut, berasal dari hampir seluruh perusahaan yang ada di Malaysia, melalui program CSR-nya.

"Seperti Program Supersemar yang dulu," jelas mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di zaman Presiden Gus Dur itu.

Berdasarkan pengalamannya, Khofifah menginginkan Pemerintah Provinsi bersama pondok pesantren untuk bisa bekerja sama, agar semua masyarakat bisa sekolah.

(Mulai Jatim Sejahtera hingga Harmoni, Nawa Bhakti Satya Resmi Diluncurkan, Berikut Uraian Programnya)

"Jika pesantren masih punya lahan, anak yang kurang aku bisa mengenyam pendidikan dan dibiayai oleh APBD Provinsi," ujar Khofifah.

Tentu, seperti program yang ia canangkan, terdapat dalam Nawa Bhakti Satya.

Dalam hal ini, termasuk dalam Jatim Cerdas, yang di dalamnya terdapat program pendidikan Gratis Berkualitas (Tis-Tas).

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved