Harga Ayam Potong Terus Naik dan Tak Terkendali, Pedagang Langsung Kelimpungan

Mahalnya harga daging ayam potong beberapa pekan terakhir membuat para pedagang kelimpungan dan pusing.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Mujib Anwar
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Penjualan daging ayam potong di Pasar Besar Kepanjen Malang lesu setelah harga naik tajam dalam beberapa pekan terakhir, Minggu (18/3/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mahalnya harga daging ayam potong di kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan pedagang.

Ini setelah harga daging ayam potong pada posisi mahal menyebabkan pasar lesu sejak beberapa pekan terakhir.

Pedagang daging ayam potong di Pasar Besar Kepanjen Malang, Liyatin mengatakan, karena harga daging ayam dinilai mahal banyak pembeli beralih ke lauk pauk lain yang lebih murah.

Kalaupun tetap membeli daging ayam potong, pembeli tersebut mengurangi volume pembelian.

"Biasanya kami sehari bisa menjual hingga 1,5 kwintal daging ayam potong, saat ini sehari saja bisa jual 1 kwintal daging ayam potong sudah bagus," kata Liyatin, Minggu (18/3/2018).

Tampil di Bumi Bung Karno, Dua Artis Cantik India Pemeran Chandra Nandini Dapat Hadiah Istimewa

Politisi PPP Jombang Tewas Pakai Celdam, Begini Curhatan Menyedihkan Istri dan Anaknya

Disamping itu, menurut Liyatin, sepinya penjualan daging ayam potong di Pasar Besar Kepanjen juga disebabkan oleh semakin banyaknya pedagang daging ayam keliling.

Mereka berjualan langsung ke kampung-kampung atau di pinggir jalan sehingga warga tidak lagi membeli daging ayam potong di pasar.

"Kami tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi seperti sekarang ini terjadi," ucap Liyatin.

Hal sama dikatakan pedagang daging ayam potong lainya, Suparmi. Menurutnya, lesunya penjualan daging ayam potong membuat pedagang di Pasar Besar Kepanjen yang libur.

Cerita Korban Ambruknya Pavilun RSAL Dr Ramelan, Terdengar Suara Gemuruh, Lalu Bruuk dan . . .

Hutang Material Bangunan, Anggota DPRD Magetan Dilaporkan Badan Kehormatan

Mereka hanya akan kembali berjualan dan membuka kios daging ayam potong apabila diperkirakan kondisi pasar ramai pembeli atau ada momen musim hajatan pernikahan dan sebagainya.

"Kondisi seperti itu seringkali terjadi, dan banyak pedagang daging ayam potong yang mencoba beralih berjualan barang kebutuhan lain," tegas Suparmi. (Surya/Achmad Amru Muiz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved