Bertebaran Spanduk Provokatif, Bergambar Khofifah dan AHY, Itu Bukan dari Demokrat

Sejumlah titik jalan utama di kota Surabaya dan Sidoarjo diwarnai dengan spanduk bertema provokatif, sejak kemarin, Selasa (20/3/2018).

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Fatimatuz Zahroh)
Spanduk Bergambar Khofifah dan AHY 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah titik jalan utama di kota Surabaya dan Sidoarjo diwarnai dengan spanduk bertema provokatif, sejak kemarin, Selasa (20/3/2018).

Spanduk tersebut bertuliskan ‘Khofifah Menang AHY Presiden’. Spanduk bergambar Khofifah dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lengkap dengan slogan ‘S14P’ khas Partai Demokrat.

Spanduk tersebut diduga kuat dipasang untuk tujuan dan kepentingan tertentu.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio memastikan bahwa spanduk itu bukan dipasang oleh Partai Demokrat.

Baca: Satu Jam KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin

Partai Demokrat Jatim memastikan munculnya spanduk itu tidak berkaitan dengan Partai Demokrat baik struktural maupun kader-kader di daerah.

"Kami tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu, namun kami juga tidak tidak bisa menahan dukungan-dukungan yang muncul terhadap sosok Mas AHY,” jelas Renville Antonio, saat dikonfirmasi, Rabu (21/3/2018).

Sebagaimana disampaikan Renville, model strategi semacam ini adalah cara lama yang pernah dilakukan pihak-pihak tertentu dengan tujuan dan maksud tertentu pula.

Ia ingat ketika zaman Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Nazarudin terkena masalah, muncul atribut-atribut yang dipasang untuk menjatuhkan Partai Demokrat.

Nah, di pilgub Jatim ini, cara itu kembali dilakukan meskipun masyarakat luas saat ini sudah lebih cerdas dan tidak begitu saja percaya.

“Ada pihak-pihak yang iri dan tidak suka dengan kesolidan PArtai Demokrat, khususnya di Pilgub Jatim ini. Apalagi di berbagai hasil survei, Partai Demokrat terbukti paling solid memenangkan pasangan Khofifah-Emil,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pemenangan pasangan calon gubernur Khofifah Indar Parawansa dan calon wakil Gubernur Emil Dardak ini.

Baca: Geger, Pria Ini ke Bank Bawa Rupiah dan Dollar Mainan Sekardus, Niatnya Pun Akhirnya Terungkap

Ia menjamin seluruh kader Partai Demokrat baik di tingkat provinsi (DPD), DPC hingga PAC (Kecamatan) paham terhadap cara kerja partai Demokrat di pilkada ini.

Apalagi dalam Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu di Jakarta, sama sekali tidak membahas perihal pemilihan presiden 2019.

“Rapimnas Demokrat diputuskan, tidak akan membahas Pilpres sampai dengan 171 pilkada serentak selesai,” tandasnya.

Sebab, dalam 171 pilkada serentak tahun 2018 ini, sesuai arahan ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, memiliki presentase target kemenangan yang cukup besar.

Yakni menang 35 persen secara nasional dan di Jawa Timur Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo menargetkan menang 75 persen dari 18 pilkada dan 1 pilgub.

“Kerja kami sekarang ini focus di pilkada, tidak ada yang lain, jadi kami tidak terpengaruh dengan spanduk-spanduk semacam itu,” tegas Renville. (Fatimatuz Zahroh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved