Pilgub Jatim 2018

Dibantu Jualan oleh Khofifah, Pedagang Dawet Ini Dukung Pemimpin Merakyat

Pasar Tambah Rejo Kapas Krampung menjadi jujugan kampanye Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Seorang pedagang mengambil gambar foto bersama para padagang Pasar Pucang usai berdialog dengan Cagub Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/4/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasar Tambah Rejo Kapas Krampung menjadi jujugan kampanye Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/4/2018) siang.

Keliling pasar menyapa pedagang Pasar Tambah Rejo menjadi kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan oleh Khofifah.

Saat di Pasar Tambah Rejo, Khofifah tidak menggunakan strategi kampanye yang neko-neko. Justru yang dilakukan adalah kampanye merakyat menyapa dan membantu pedagang kecil.

Ia memilih untuk membantu pedagang dawet jualan melayani pembeli. Stan yang dibantu Khofifah adalah dawet milik Wahab.

Baca: BPOM Surabaya Sita Kosmetik Tanpa Izin Edar di DTC

"Ini dawetnya masih hangat. Siapa yang mau dawet biar saya buatkan," kata Khofifah.

Ia meladeni sembanyak lima orang pembeli. Dengan telaten, ia memberikan bubur dan dawet juga esbatu. Sesekali ia bertanya pada pedagang agar takaran gula jawa yang ia berikan sudah manis ataukah kurang.

"Sudah pas ya gulanya," tanya Khofifah.

Selama menjadi pedagang dawet, ia diberi semangat oleh para pedagang dan pembeli lain. Bahkan ada yang menyanyikan yel-yel Wis Wayahe.

Khofifah memborong sebanyak 20 porsi es dawet di stan pasar milih Wahab untuk diberikan pada masyarakat yang ada di Pasar Tambah Rejo.

Sementara itu Wahab mengatakan, Khofifah menurutnya adalah sosok pemimpin perempuan yang dibutuhkan Jawa Timur.

"Beliau merakyat. Saya harap beliau bisa memberikan kemasalahan bagi warga Jawa Timur. Jangan lupa sama pedagang Pasar Tambahrejo," tegasnya.

Baca: Makan Siang Bareng Khofifah Bikin Buruh Pabrik Kedawung Salah Tingkah

Menurutnya lasar tradisional saat ini semakin sepi. Ia berharap agar ke depan pemerintah bisa meramaikan pasar tradisional.

Semakin menjamurnya toko moderen membuat pamor pasar tradisional semak]n meredup.

Termasuk di Pasar Tambah Rejo, saat ini, dari dua lantai pasar tradisional, yang hidup hanya lantai satu. Sedangkan di lantai dua sudah kosong. (Surya/Fatimah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved