Inilah Peranan Masing-Masing Penipu yang Berani Catut Nama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto telah membekuk empat pelaku penipuan yang mencatut namanya.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penipuan yang dilakukan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya palsu harus berakhir dibalik jeruji besi
Pasalnya, komplotan penipu yang beranggotakan Candra (22) asal Sidrap, Sulsel, Muctar (35) asal Cianjur, Jabar, Alimuddin (43) asal Jakarta Pusat, hingga Haswin (36) asal Jakarta Utara telah tertangkap.
Sayangnya, masih ada seorang pelaku berinisial R yang belum tertangkap.
Namun, R telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Hal itu dibenarkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto pada awak media saat press release, Senin (7/5/2018) sore.
"Kami masih memburu R, sudah masuk dalam DPO kami," ujar Agus pada awak media.
Lalu, apa saja peranan yang dilakukan para pelaku penipuan yang mencatut nama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu dalam melancarkan aksinya?
Dari data yang dihimpun TribunJatim.com dilapangan menyebutkan, untuk tersangka bernama Alimuddin berperan mencari sasaran.
Tak hanya itu, Alimuddin juga berperan menghubungi korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata yang dapat mengelabuhi korbannya.
Selain itu, Alimuddin juga menentukan calon penampung hasil penipuan (pemegang ATM).
Kepada TribunJatim.com, Agus mengungkapkan bila selama ini Alimuddin telah berulang kali menipu.
Bahkan, aksinya itu dilakukan sejak tahun 2008.
"Ternyata dia (Alimuddin) sudah lama melakukan aksi tipu-tipunya, sejak tahun 2008, tapi baru terungkap kali ini," lanjut Agus sembari menunjukan sejumlah barang bukti saat press release.
Kata Agus, sasaran yang dicari Alimuddin mengatasnamakan pada pejabat di berbagai instansi pemerintahan.
Bahkan, calon korban dan korbannya berasal dari beberapa kota di Indonesia.
Selain itu, Alimuddin juga sebagai otak dari aksi penipuan itu.
Beralih ke pelaku bernama Haswin.
Haswin berperan untuk menyiapkan sejumlah kartu telepon seluler.
Sejumlah kartu seluler itu sengaja dibeli Haswin untuk melancarkan aksi penipuan.
Tak hanya itu, Haswin juga menyiapkan beragam keperluan logistik untuk melancarkan aksinya.
Selain Haswin dan Alimuddin, pelaku bernama Chandra berperan yang hampir serupa dengan Haswin, yakni menyiapkan kartu telepon seluler beserta smartphonenya yang hendak digunakan untuk menipu.
Yang terakhir adalah pelaku bernama Muchtar.
Ternyata Muchtar diketahui memiliki peran sebagai bendahara.
Muchtar bertugas menampung sejumlah uang yang diperoleh dari hasil penipuan.
Lalu, sejumlah uang ditransfer oleh korbannya menggunakan kartu ATM milik orang lain yang di belinya dari para sindikat penjualan ATM.
Selanjutnya, Muchtar mengambil sejumlah uang hasil penipuan itu secara tunai.
Bahkan, uang itu ditransfer kembali kepada Alimuddin setelah dipotong sekitar 20 persen.
Usut punya usut, selama ini selain bekerjasama dengan Alimuddin, Muchtar ini juga bekerja sama dengan sejumlah penipu lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kapolres-tanjung-perak-pelabuhan_20180507_231005.jpg)