Serangan Bom di Surabaya
Jadi Saksi Kunci, Empat Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Dipastikan Berstatus Korban
Dalam rentetan kasus pengeboman di sejumlah titik wilayah Surabaya dan Sidoarjo, pelaku tercatat melibatkan anak-anaknya.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rentetan kasus pengeboman di sejumlah titik wilayah Surabaya dan Sidoarjo, pelaku tercatat melibatkan anak-anaknya.
Ketua JAD bernama Dita, tercatat membagi tugas ke istri dan anak-anaknya untuk bersama-sama meledakkan diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (14/5/2018) pagi.
Pada lokasi berbeda, Rusun Wonocolo Sidoarjo juga melibatkan empat orang anak yang tiga diantaranya selamat.
Ada pula Tri Murtiono yang mengajak tiga anaknya meledakkan diri di pintu masuk Polrestabes Surabaya pada Senin (!4/5/2018).
Beruntung satu putrinya berusia tujuh tahun lolos dari maut dan sudah dievakuasi pihak kepolisian.
(Gus Ipul Kunjungi Korban Luka Teror Bom Surabaya, Reaksi Korban Tak Terduga)
(Pasca Digerebek Densus 88, Begini Suasana Rumah Terduga Teroris di Singosari Malang)
Hingga saat ini, ada empat anak tersangka teroris yang dalam kondisi hidup dan mendapat perawatan di RS Bhayangkara.
Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin, mengatakan keempat anak tersangka tersebut dalam area perawatan kepolisian.
"Saat ini keempat anak tersangka kita rawat di RS Bhayangkara. Satu yang parah adalah AIS ( AAP anak pelaku bom bunuh diri di Polrestabes) yang baru menjalani operasi," kata Irjen Machfud Arifin. (15/05/2018)
Sebagai tindak lanjut pengembangan kasus, keempat anak tersebut akan mendapat pendampingan untuk membenahi psikologi mereka.
Investigasi juga akan berlanjut dengan cara yang berbeda, mengingat keempat anak juga berstatus sebagai saksi kunci.
"Ya, mereka bisa jadi saksi dan beberapa sudah bisa berinteraksi dengan kita. Tapi ada satu yang belum yaitu AIS karena masih terpengaruh bius setelah operasi," katanya.
(Teror Bom Merebak, Muncul Banyak Kabar Hoax Hingga Provokasi, Jangan Panik, Laporkan Disini!)
(Sterilisasi Penggeledahan Rumah Kontrakan Tri Murtiono Hingga Radius 350 Meter)
"Kita juga akan lakukan pendampingan dengan orang yang sudah kita siapkan seperti Polwan dan pihak psikolog karena kita pertimbangkan juga psikologi anak tersebut," ujar Irjen Machfud Arifin.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menambahkan status dari anak ini bukanlah pelaku karena mereka hanya korban dari ideologi orang tuanya.
"Anak-anak statusnya beda, mereka bukan pelaku karena mereka kan cuma korban dari ajaran dan ideologi dari orang tua mereka," kata Kombes Frans Barung Mangera. (15/05/2018)
(Sistem Keamanan di Pos Penjagaan Mapolrestabes akan Diubah Total, Ini Rencananya)
(Sterilisasi Penggeledahan Rumah Kontrakan Tri Murtiono Hingga Radius 350 Meter)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/selamatkan-anak-perempuan-bom-polrestabes-surabaya_20180514_113902.jpg)