Breaking News:

Serangan Bom di Surabaya

Bajuri Ayah Terduga Teroris NU Asal Jombang Berharap Anaknya Dipulangkan Jika Tak Terlibat

iciduknya NU (34), warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jatim oleh Tim Densus 88 Anti Teror, Kamis

Penulis: Sutono | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Sutono
Bajuri (tengah) ayahanda NU, diapi Kades Banyuarang, Ahmad Wijaya (kiri) dan Kasun Plemahan Sudarsono (kanan). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Diciduknya NU (34), warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jatim oleh Tim Densus 88 Anti Teror, Kamis sore (17/5/2018), membuat keluarga NU sedih dan khawatir.

Orangtuanya hanya bisa berdoa, NU tidak terlibat jaringan terorisme manapun. Orang tuanya juga berharap NU yang sehari-hari pedagang pisang keliling segera dipulangkan jika tak terbukti terlibat jaringan terorisme.

"Jika terlibat, monggo diproses sesuai hukum yang berlaku. Tapi saya berdoa anak saya tidak terlibat. Dan jika itu kenyataannya, tolong segera pulangkan," ujar Bajuri (55), ayahanda NU kepada Surya, di kediamannya, Jumat (18/5/2018).

NU merupakan anak pertama dari enam saudara dari pasangan suami-istri Bajuri-Sulastri. Bajuri tidak menyangka anaknya bakal ditangkap Densus 88, sebagai terduga teroris.

Baca: Penyerahan Tiga Jenazah Pelaku Bom Sidoarjo di RS Bhayangkara Super Ketat dan Tertutup

"Sebab memang tidak ada tanda-tanda jika ia terlibat teror atau kekerasan. Sehari-harti hanya sebagai 'bakul' pisang," jelasnya, dengan raut serius.

Dikatakan, NU yang beristrikan Sri Utami, merupakan ayah dua anak, sehari-hari tinggal di Dusun Kuwik, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang.

Tetapi, terangnya, setiap hari NU datang ke rumah orangtuanya di Plemahan, Desa Banyuarang, karena dagangan pisangnya ditempatkan di rumah orangtuanya tersebut.

Karena tidak menyangka dan juga tidak terlalu percaya NU terlibat jaringan teroris, kata Bajuri lagi, Bajuri syok saat NU digelandang oleh tim Densus 88.

Baca: Penjual Pisang di Jombang Dikabarkan Diciduk Densus 88 AT

"Saat Densus ke sini, anak saya NU sedang mandi," imbuh Bajuri. Selain menangkap NU, petugas Densus juga menyita sebilah pedang, lima buah handphone serta sejumlah buku.

Meski tak menyangka jika NU diduga terlibat jaringan teroris, namun Bajuri, mendengar jika NU sering keluar dengan terduga teroris yang sudah tertangkap Densus 88 sebelumnya.

Terduga teroris yang didengarnya sering keluar malam bersama NU itu adalah Agus Satrio Widodo, yang juga aslinya dari Banyuarang, Ngoro, Jombang.

"Memang sering keluar malam, tapi saya tidak tahu dengan siapa. Sekarang baru dengar, yang bersama dia itu Agus Widodo," pungkasnya.

Baca: Ungkap Pengalamannya Saat Bergabung Kelompok Radikal, Sofyan Tsauri Bagikan 4 Ciri Calon Teroris

Kepala Dusun Plemahan, Sudarsono yang mendampingi Kades Banyuarang, Ngoro, Jombang, Ahmad Wijaya, membenarkan informasi jika NU sering keluar bersama Agus Satrio Widodo.

Dikatakan, Agus Satrio Widodo aslinya memang warga Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang. Namun kini sudah pindah ke daerah Kediri.

"Memang kabarnya (NU) sering keluar dengan Agus Satrio Widodo yang sudah ditangkap. Namun, keterlibatannya sejauh mana, kami tidak tahu," ujar Sudarsono saat berada di rumah Bajuri, Jumat (18/5/2018).

Diberitakan sebelumnya Tim Densus) 88 AT Mabes Polri dikabarkan menggerebek seorang terduga teroris di Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis sore (17/5/2018).

Informasi adanya kabar tersebut kali pertama diketahui dari pemilik akun Facebook (FB) Masudin Jombang. Dalam laman beranda Facebook miliknya, pemilik akun mengunggah beberapa foto penangkapan terduga teroris di wilayah Jombang.

Pemilik akun juga menuliskan kalimat sebagai 'caption' dari foto-foto dan video yang diunggahnya, sebagai berikut,

“Pengamanan seorang warga Atas Nama Nur Dusun Plemalan Desa Banyuarang Kec. Ngoro Jombang. Di Duga ikut Jaringan Terlarang keseharian Penjual pisang keliling Semoga Indonesia Aman terkendali,” tulisnya akun FB Masudin Jombang.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi mengaku tak mengetahui terkait penangkapan terduga teroris tersebut.

“Saya tidak tahu kalau dugaannya teroris. Tapi ada aktivitas Densus di sana memang iya,” katanya singkat.(Surya/sutono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved