Kasatlantas Polrestabes Surabaya Awasi Muatan Pengiriman Barang yang Mulai Melonjak

Pengawasan itu mulai pengecekan sampai antisipasi pungutan liar (pungli) korps seragam cokelat di lapangan.

Tayang:
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Ilustrasi transportasi barang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya berupaya memperketat pengawasan muatan barang.

Pengawasan itu mulai pengecekan sampai antisipasi pungutan liar (pungli) korps seragam cokelat di lapangan.

Pasalnya, akhir-akhir ini jasa ekspedisi tengah kebanjiran pesanan.

Bahkan, untik intensitas pengiriman barang, diklaim meningkat.

Peningkatan pun cukup signifikan, mencapai 25 persen dari hari biasa diluar bulan ramadhan.

Usut lunya usut, lonjakan tersebut diakibatkan adanya aturan yang melarang truk ekspedisi mengangkut barang non-sembako.

Ternyata, pemberlakuan itu sebelum H-7 Lebaran pada tahun ini.

Perihal itu dikatakan langsung seorang pengusaha jasa ekspedisi, Kandradi Lookman.

“Untung armadanya masih cukup, karena ramadhan ini kami kerja keras,” terang Kandradi pada TribunJatim.com, Jumat (25/5/2018) siang ketika gudangnya ditinjau Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia.

Saat TribunJatim.com berada di gudang ekspedisi itu, terlihat dua truk ekspedisi sedang melakukan aktifitas mengangkut sejumlah barang.

Kandradi menjelaskan, rencananya sejumlah barang itu akan dikirim ke Jakarta

Kandradi menambahkan armada yang dimilikinya saat ini sekitar 200 truk.

Menurutnya, ratusan truk miliknya itu tengah beroperasi untuk memenuhi permintaan pasar yang diterimanya.

Terlebih, setiap harinya terdapat puluhan truk ke sejumlah tujuan, mulai dari Sumbawa, Bali, Lampung, hingga Jakarta.

Untuk barang yang diangkut pun bermacam-macam, mulai sepatu, bahan mentah panganan, baju, sampai sparepart motor dan sembako.

“Mungkin sudah dapat Tunjangan Hari Raya (THR), kemungkinan daya beli masyarakat jadi tinggi,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved