Semarak Ramadan 2018
Hadrah Kolosal Semarakkan Festival Hadrah Pelajar Nasional Banyuwangi
Mengawali festival Ramadan 2018, Banyuwangi menggelar Festival Hadrah Pelajar Nasional. Ratusan pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Mengawali festival Ramadan 2018, Banyuwangi menggelar Festival Hadrah Pelajar Nasional. Ratusan pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/sederajat dari berbagai penjuru nusantara unjuk kebolehan.
Atraksi seni bernuansa Islami ini pun menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi pengunjung.
Festival ini digelar di halaman kantor Pemkab Banyuwangi, 26-27 Mei, diikuti 131 grup pelajar dari Jawa dan Bali.
Permainan hadrah kolosal ratusan pelajar putra yang diiringi salawat diselingi tarian khas Kuntulan.
Mereka menabuh rebana dengan rancaknya sembari sesekali meliukkan badannya mengikuti komando dari dirijennya.
Baca: Sabar, Mudik 2018, Ada 31 Extra Flight di Bandara Juanda
Bupati Anas mengatakan, festival ini digelar untuk mengenal kembali sejarah masuknya Islam di nusantara.
Islam dibawa ke Indonesia, salah satunya melalui pendekatan budaya. Lewat budaya itulah, Islam masuk dengan damai.
"Maka tak heran, banyak tradisi di Indonesia yang sangat diwarnai nilai-nilai Islami. Hadrah adalah salah satu seni budaya Islami yang berkembang di negara kita.
Semoga event ini bisa merajut silaturahim antar peminat budaya Islami. Dan menjadi tali perajut nilai keislaman nusantara," kata Anas, Minggu (27/5/2018).
Anas juga berharap even ini juga bisa menjadi ajang silahturahmi dan konsolidasi antar pelajar dari berbagai penjuru Indonesia.
"Kami ingin membangun pesan dengan festival hadrah dan sholawat ini agar terbangun sebuah budaya Islam yang santun, toleran, dan inklusif agar negara ini terus damai," kata Anas.
Peserta dari luar daerah ada yang menyisipkan sejumlah program pemkab dalam lagu religi yang mereka tampilkan. Seperi Banyuwangi cerdas dan Siswa Asuh Sebaya (SAS), Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang disisipkan dalam lirik lagu yang mereka nyanyikan.
Baca: Dikritik Banyak Orang, Frank Lampard-Rio Ferdinand Malah Dukung Tindakan Sergio Ramos ke Mo Salah
Setiap grup diwajibkan membawakan dua lagu. Yakni salawat dengan iringan musik albanjari (hadrah dan bass). Lagu lainnya bebas, namun dikolaborasikan dengan musik non elektrik (perkusi). Seperti, keplak, marawis, calte, dumbuk, jimbe, bas, tamborin dan tamtam.
Festival ini juga menjadi tontonan yang menarik bagi pengunjung. Seperti yang diungkapkan Marie, wisatawan asal Perancis yang mengaku tertarik melihat keunikan seni budaya ini.
"Asyik musik rebana ini. Meski terkesan alat musik sederhana tapi suaranya membahana. Lagu yang disenandungkan penyanyinya juga tidak pernah saya dengan musik semacam ini," ujar Marie.
"Menarik festival ini karena mengangkat seni dan budaya tradisi Islam. Dan ini tidak pernah saya lihat sepanjang saya traveling ke negara yang telah saya kunjungi," tambah Marie. (Haorrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-banyuwnagi-hadrah-festival-ramadan-banyuwnagi_20180527_132029.jpg)