Persebaya
Persebaya Siap Tanding Lawan Persija Tapi Sempat Dicegat Polisi untuk Tidak Bertanding
Laga Persebaya Surabaya dengan Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, sudah pasti batal di gelar untuk waktu yang belum ditentukan.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Laga Persebaya dengan Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, sudah pasti batal di gelar untuk waktu yang belum ditentukan.
Batalnya pertandingan pekan ke-12 tersebut sebenarnya sudah mulai ada tanda-tanda pada 30 menit sebelum kick off pukul 20.30 WIB.
Budi Winarko, Match Commissioner memutuskan bahwa laga antara Persija dengan Persebaya itu tidak bisa digelar.
Menurutnya, sorotan ada pada kinerja panitia pelaksana pertandingan yang tidak ada dilokasi beberapa jam sebelum laga digelar.
"Kami sudah punya catatan tentang fakta kejadian. Dan saya akan melaporkan semuanya ke pihak federasi," kata Budi Winarko yang dikutip dari web resmi Persebaya, Persebaya.id, pada Minggu (3/6/2018)
( Polisi Umumkan Laga Persija Jakarta vs Persebaya di Bantul Batal )
"Namun, apakah status laga ini apakah akan dijadwalkan ulang atau statusnya seperti apa, apakah Persija akan kalah WO (walk Out) kami serahkan ke pihak liga," tambah Budi.
Meski begitu, Chief Operating Officer PT LIB (Liga Indonesia Baru) Tigor Shalom Boboy tetap memberi intruksi pada Persebaya tetap datang ke lokasi pertandingan.
Mendapat intruksi itu, Persebaya yang membawa 19 pemain ke Bantul harus kecewa.
Sebab, bus yang mengakut pemain Persebaya dicegat ditengah jalan oleh pihak kepolisian dan disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan
Melihat hal tersebut Manajer Persebaya, Chairul Basalamah merasa kecewa.
Padahal menurut Chairul Basalamah, Persebaya sangat siap untuk bertanding meski pada siang hari terjadi kericuhan di luar stadion antara suporter Persebaya dan Persija.
( Berangkat ke Bantul Nonton Persija Vs Persebaya, Satu Bonek Dikabarkan Alami Kecelakaan )
"Kami sebenarnya sudah siap untuk bertanding," singkat Chairul Basalamah, Manajer Persebaya beberapa saat lalu.
Atas batalnya pertandingan ini, Manajer Persebaya berharap agar ada tindakan dari federasi dan operator kompetisi.
"Semoga ada keputusan yang adil dan bisa memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak siap menyelenggarakan pertandingan. Karena sudah merugikan banyak pihak," tegas Chairul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/diskusi-yang-dilakukan-oleh-manajer-persebaya_20180603_222104.jpg)