Lebaran 2018

Penumpang Bus di terminal Bungurasih Didominasi Solo, Banyuwangi. Malang

Penumpang bus jurusan Solo, Banyuwangi, dan Malang mendominasi jalur keberangkatan pada arus mudik hingga H-6 di Terminal Purabaya

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
Penumpang berdiri menanti bus tujuan Jember dan Kediri di Terminal Purabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penumpang bus jurusan Solo, Banyuwangi, dan Malang mendominasi jalur keberangkatan pada arus mudik hingga H-6 di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo.

Para penympang di jalur-jalur itu terus menyemut hingga tadi pagi.

"Penumpang paling padat sebenarnya pada Sabtu pagi hingga malam Minggu. Bahkan sampai dini hari. Karena terus menumpuk, kami operasikan bus cadangan," kata Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Hardjo, Minggu (10/6/2018).

Dari 26 shelter jalur keberangkatan di terminal itu, sejumlah jurusan terus dipadati peumpang. Mereka saling berebut agar bisa diangkut.

"Sudah setengah jam menunggu tidak ada yang kosong busnya," kata Nasikun, pemudik asal Madiun.

Baca: H-5 Lebaran, Penumpang di Terminal Purabaya Terus Meningkat, Jateng dan Malang Jadi Tujuan Terbanyak

Setiap bus yang melintas memang sudah penuh. Penumpang banyak yang sudah berebut naik saat bus masih diparkir. Bahkan banyak pula yang naik di jalur keberangkatan.

Ribuan penumpang saling berebut di Terminal yang dikelola Dishub Kota Surabaya hingga dini hari tadi. Paling banyak penumpang menumpuk di jalur keberangkatan Solo Yogyakarta.

Di jalur antar kota antar provinsi (AKAP) itu begitu padat. Banyak penumpang terus mengalir memenuhi jalur keberangkatan luar kota ini. Selain jalur Solo, jalur keberangkatan Malang dan Banyuwangi.

Berdasarkan laporan posko Terpasi Mudik di Terminal Purabaya, pada Sabtu hingga Minggu dini hari tadi tercatat ada 53.686 penumpang memadati Terminal Purabaya.

Jumlah penumpang itu terdiri atas penumpang Bus Ekonimi sebanyak 37.500 dan bus Patas sebanyak 15.886. Mereka diangkut dengan 1.198 bus sesuai kelas bus.

Penumpang bus jurusan Solo kelas Ekonomi mencapai 7.902 dan Patas 3.351 penumpang. Kemudian jurusan Banyuwangi sebanyak 6.681 ekonomi dan Patas 2.886. Penumpang Malang Ekonomi 6.507 dan 2.912 Patas.

Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Hardjo menuturkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 150 unit bus cadangan. Bus Pariwisata ini siap dioperasikan saat terjadi penumpukan penumpang hingga keleleran.

Bagaimana dengan tiket? Untuk kelas Ekonomi berlaku tarif batas atas. Namun tarif batas atas bus Non Patas jalur pendek ini hampir mirip dengan tarif hari biasa. Hanya selisih di kisaran Rp 3000.

Baca: Lebaran Makin Dekat, Pemesanan Tiket Kereta Api Lokal Diserbu Calon Penumpang

Misalnya, untuk jurusan Malang saat hari biasa tiketnya Rp 13.000 saat arus mudik sekitar Rp 15.000. Sementara untuk Banyuwangi bertarif batas atas Rp 55.000. Ke Tulungagung beratif Rp 28.000.

Namun untuk bus Patas rata-rata baik hingga 40 persen. Salah satunya Bus Patas Rukun Jaya Surabaya-Blitar via Pare. Jika sebelumnya Surabaya-Pare Rp 30.000 saat ini bertarif Rp 55.000.

"Kalau bus Patas diserahkan mekanisme pasar. Silakan penumpang memilih sesuai kelas bus," kata Kepala UPT Terminal Suranaya Indra Gani. (Faiq)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved