Ribuan TKI Mudik ke Kampung Halaman di Jatim Bawa Uang Triliunan

Sebanyak 6.753 tenaga migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Jatim memanfaatkan momen Lebaran ini untuk mudik.

Ribuan TKI Mudik ke Kampung Halaman di Jatim Bawa Uang Triliunan
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Cawagub nomor urut satu, Emil Dardak ditemani istri, Arumi Bachsin, melakukan menyapa calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sedang dilatih di balai latihan kerja yang dikelola oleh PT Prima Duta Sejati, Gempol, Pasuruan, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 6.753 tenaga migran Indonesia (PMI) atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Jatim memanfaatkan momen Lebaran ini untuk mudik.

Para TKI itu mendapat cuti hingga sebulan dari tempat mereka bekerja di luar negeri.

Kebanyakan adalah pekerja migran dari Taiwan dan Hongkong. Baru kemudian Korea, Malaysia, dan Arab Saudi. Mereka mengambil cuti saat momen mudik Lebaran begini.

"Pekerja migran asal dua negara Asia itu yang paling banyak mudik. Tahun ini jumlah PMI yang mudik meningkat dibanding 2017," kata Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Jatim Budi Raharjo, Selasa (19/6/2018).

Baca: Hobi Curi Celana Dalam Wanita, Pria Asal Malang ini Masuk Penjara

Tahun lalu, jumlah TKI yang mudik sebanyak 6480 orang. Asal negara TKI kebanyakan juga masih sama. Mereka hampir semua adalah bekerja di sektor informal menjadi asisten rumah tangga di negeri orang.

Menurut Budi, Hongkong dan Taiwan paling banyak diminati karena gaji pembantu rumah tangga di negara itu relatif lebih besar dibanding Malaysia atau Arab. Sebulan tidak kurang dari Rp 10 juta.

Saat mudik itulah, para pekerja migran itu juga membawa pulang uang atau remitansi. Setiap TKI membawa atau menstransfer uang di kampung antara Rp 20 juta hingga Rp 35 juta perorang.

Baca: Paman Dituduh Jadi Bandar Narkoba, Keponakan Membalas dengan Celurit di Malam Takbiran

Saat ini ada sekitar 75.000 TKI Jatim yang bekerja ke luar negeri. Selama 2017 lalu, para pekerja migran itu telah membawa pulang uang dalam jumlah fantastis saat mudik.

Total uang yang dikirim TKI Jatim selama 2017 tahun lalu mencapai Rp 7,7 triliun. Budi memprediksi total Remitansi (uang kiriman TKI) itu meningkat saat mudik Lebara 2018 ini.

Total uang yang dibawa pulang TKI itu hampir mendekati pendapatan APBD Kota Surabaya yang di kisaran Rp 8 triliun.

Jumlah uang triliunan itu disebar oleh 63.498 TKI selama 2017. Jumlah TKI ini yang resmi dan tercatat bekerja ke luar negeri pada tahun lalu.

Dari jumlah itu, mayoritas adalah TKI perempuan sebanyak 80,56 persen atau sebanyak 51.126 orang. Sementara TKI laki sebesar 19,48 persen atau sebanyak 12.372 orang.

Baca: Gelombang laut Capai 4 Meter, Harga Sembako dan Elpiji di Pulau Sumenep Melambung Tinggi

"Kalau mendekati Lebaran atau Natal banyak TKI pulang karena cuti kerja. Mereka biasanya juga membawa banyak uang untuk keluarga di kampung," kata Budi.

Daerah Jatim sebagai pengirim TKI terbanyak adalah Ponorogo sebanyak 14 persen, Blitar 13 persen, Kabupaten Malang 12 persen, Tulungagung 9 persen, dan Banyuwangi 8 persen.

Negara paling banyak ditempati TKI adalah Hongkong sebanyak 53 persen. Kemudian Taiwan 27 persen, Malaysia 9 persen, Brunei Darussalam 2 persen, Singapura 2 persen, dan sisanya di luar negara itu. (Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved