Air PDAM Tuban Mampet, Warga dan Pemilik Warung Kelimpungan

Mampetnya air PDAM di Kota Tuban langsung berdampak luar biasa terhadap warga dan pemilik usaha.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Mujib Anwar
SURYA/M SUDARSONO
Kamar mandi di salah satu warung di Tuban ditutup karena suplai air PDAM mampet. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan Tuban mampet sejak Kamis (28/6/2018) kemarin.

Mampetnya air tersebut mulai dikeluhkan warga, seperti di karang Indah, Bukit Karang, Kecamatan Semanding dan Sidorejo serta beberapa daerah lain di kecamatan kota.

Seorang pengguna air PDAM Tuban di Kelurahan Sidorejo, Ela Junita Sari mengatakan, sejak kemarin air tidak keluar, sehingga harus membeli air di tempat lain.

Bahkan diakui, untuk kebutuhan warung yang dikelolanya dia harus membeli sekira 10 galon setiap harinya. Sedangkan untuk harga per galonnya nilainya Rp 5500.

"Airnya mati sejak kemarin, sekarang beli air di luar," ujar Ela kepada Surya, Jumat (29/6/2018).

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Lestari Kabupaten Tuban, Slamet Riyadi menyatakan, saat ini sedang ada perbaikan transimisi pipa air di daerah dekat POM Merakurak.

Di titik transmisi tersebut pipa mengalami kebocoran, sehingga dilakukan perbaikan sejak pagi tadi.

"Sudah diperbaiki, diusahakan hari ini selesai, maksimal sore," tegasnya. (Surya/Nok)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved