Pilgub Jatim 2018
Khofifah-Emil Unggul Versi Quick Count, Pengamat: PKH Bisa Jadi Model Turunkan Kemiskinan Jawa Timur
Pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak unggul versi hitung cepat di Pilgub Jatim 2018.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak unggul versi hitung cepat di Pilgub Jatim 2018.
Jika hasil penghitungan KPU menunjukkan hasil yang sama, maka kepemimpinan Gubernur Jawa Timur dua periode Soekarwo akan diteruskan oleh Khofifah Indar Parawansa.
Di Jawa Timur sendiri, meskipun pertumbuhan ekonominya nomor dua di Indonesia, tapi masih banyak ketimpangan dan kemiskinan.
Baca: Paket Khofifah-Emil Dinilai Mampu Dorong Ekonomi Jawa Timur, Pengamat: Perlu Diuji Dahulu
Melihat hal tersebut, pengamat ekonomi politik dari UIN Jakarta, Wahyu Prasetyawan mengungkapkan jika pengalaman Khofifah di Kementerian Sosial RI dan program PKH-nya bisa menjadi model untuk mendorong ekonomi Jawa Timur.
"Program PKH bisa menjadi model, tapi juga perlu dimodifikasi, karena itu program pusat yang akan masuk ke tingkat provinsi hingga desa," ujar Wahyu, Rabu (4/7/2018).
Modifikasi yang dimaksud adalah menyinkronkan data dari pusat ke provinsi, hingga sampai ke desa.
Baca: Alasan Gus Ipul Tak Akan Gugat Hasil Pilgub Jatim Meski Ngaku Timnya Temukan Banyak Kecurangan
"Karena itu bisa jadi titik poin yang krusial," jelasnya.
Karena, menurut pengalamannya, jika program PKH diturunkan, sering tidak sinkron.
"Karena dari pusat ke provinsi interpretasinya berbeda, jadi perlu disinkronkan agar bisa mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Jawa Timur," tukasnya.
Baca: Tunjukkan Kemampuan, Lee Chae Yeon Produce 48 Dinilai seperti Penari Profesional daripada Idol
Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/khofifah-dan-emil-dardak-ke-dyandra_20180623_195502.jpg)