Pilpres 2019
200 Ustad dan Ustadah di Pulau Madura Deklarasi Dukung Jokowi Dua Periode
Mereka dari Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan yang tergabung dalam Jaringan Kemandirian Nasional Santri (Jaman Santri)
Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Sekitar 200 ustad dan ustadah di Madura, mendeklarasikan diri untuk memberi dukungan kepada Joko Widodo, agar mencalonkan kembali sebagai Presiden Indonesia yang ke dua kalinya, periode 2019 – 2024 mendatang.
Mereka dari Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan yang tergabung dalam Jaringan Kemandirian Nasional Santri (Jaman Santri), mendeklarasikan diri, di sebuah hotel di Jalan Jokotole, Pamekasaan, Sabtu (28/7/2018) siang.
Dalam dukungannya itu, mereka berikrar dan bersama-sama menyatakan siap mengawal, memperjuangkan dan memenangkan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang.
Kemudian mereka siap menginstruksikan kepada jajaran pengurus di setiap tingkatan, untuk bahu membahu membantu dan bekerja sama dalam memenangkan Joko Widodo.
“Kami akan melakukan kerja pemenangan dengan cara-cara yang sehat dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar mereka secara serempak.
Ketua DPP Jaman Santri, Iwan Dwi Laksono, kepada Tribunjatim.com, seusai deklarasi mengungkapkan, dukungan ustad dan ustadah di Madura ini, diharapkan nanti memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keberhasilan Joko Widodo selama meminpin negeri ini.
“Dukungan dari ustad dan ustadah dan santri di Madura saat ini merupakan yang pertama kali. Jadi Madura sebagai pelopornya yang nantinya kami akan konsolidasikan ke santri di seluruh wilayah Indonesia. Dengan dukungan ustad dan ustadah ini, mka jika pada Pilpres 2014 lalu, Pak Jokowi kalah di Madura, maka pada Pilpres 2019 mendatang, Pak Jokowi di Madura menang,” ungkap Iwan Dwi Laksono.
Dikatakan, alasan Jaman Santri mendukung Jokowi, karena Jokowi secara nyata terbukti melakukan pembangunan yang banyak dirasakan langsung masyarakat. Apalagi selama ini Jokowi dikenal sebagai sosok presiden yang merakyat.
Mengenai siapakah calon wakil presiden (Cawapres) yang pantas mendampingi Jokowi nanti, Iwan Dwi Laksono menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi, yang bisa bekerja sama dengan Jokowi dan memberikan harapan besar bagi masyarakat untuk melanjutkan pembangunan.
Disinggung nama Mahfud MD, yang juga disebut-sebut pantas mendampingi Jokowi, Iwan Dwi Laksono mempersilakan, semuanya mencalonkan diri dan berkompetisi, biar yang menentukan Jokowi.
“Kami dari Jaman Santri tidak figur yang akan disodorkan untuk menjadi cawapres,” kata Iwan Dwi Laksono.
Sedang ketua DPD Jaman Santri Jawa Timur, Mulyadi, mengungkapkan, jika selama ini masyarakat Madura kurang suka terhadap Jokowi, sehingga semua keberhasilan Jokowi bagi masyarakat Madura dianggap tidak ada.
Pemahaman yang salah ini perlu dijelaskan kepada masyarakat Madura.
Sebab Jokowi mampu membawa Indonesia ke kondisi yang lebih baik.
Dan selama ini, Jokowi konsen untuk melakukan pembangunan yang tidak berambisi ke politik, karena Jokowi bukan dari ketua partai. (Surya/Muchsin Rasjid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ketua-dpd-jatim-jaman-santri-mulyadi-dukung-jokowi_20180728_230145.jpg)