Pileg 2019

Dua Mantan Napi Penipuan CPNS Jadi Bacaleg DPRD Tulungagung

Hingga penutupan perbaikan bercas Bacaleg DPRD Tulungagung, dua mantan napi penipuan CPNS diketahui tetap nekat maju.

SURYA/M TAUFIK
Bacaleg PBB dan PDIP Sidoarjo saat mendatangi Panwaslu, Selasa (24/7/2018). Mereka adalah dua dari tiga bacaleg yang dicoret KPU Sidoarjo. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Perbaikan berkas bakal calon legislatif (Bacaleg) sudah selesai dilakukan Selasa (31/8/2018) pukul 16.00 WIB, di KPU Kabupaten Tulungagung.

Hasil penelusuran Tribunjatim.com, ada dua mantan narapidana kasus penipuan CPNS yang mendaftar sebagai Bacaleg DPRD Kabupaten Tulungagung di Pileg 2018.

Keduanya adalah Ryn dan Bg, dari dua partai berbeda.

Bg melakukan penipuan di Tulungagung, dan dijatuhi hukuman penjara satu tahun lebih.

Sementara Ryn melakukan penipuan di Trenggalek, dan dijatuhi hukuman percobaan selama delapan bulan.

Terkait dua nama itu dalam daftar Bacaleg dibenarkan salah satu Komisioner KPU Tulungagung, Suyitno Arman.

Namun Arman menolak memberikan penjelasan, karena Daftar Caleg Sementara (DCS) belum ditetapkan.

"Kami tidak bisa memberikan penjelasan sampai DCS ditetapkan," terang Arman.

Namun menurut Arman, setiap mantan narapidana yang mendadftar Bacaleg wajib membuat pengumuman di media massa, terkait statusnya itu.

Pengumuman dilakukan sebelum melakukan pendaftaran.

Selain Ryn dan Bg, seorang mantan narapidana korupsi, Mjl yang mendaftar Bacaleg Provinsi Jawa Timur.

Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, Kaderisasi dan Rekriuitmen Kader DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Sodik Purnomo mengatakan, pihaknya tidak merekomendasi seorang narapidana korupsi.

Sebelumnya ada seorang mantan napi korupsi yang mencari Surat Keterangan Catatan kepolisian (SKCK).

"Kami sudah paham maksud SKCK itu pasti untuk mendaftar Caleg. Kemudian kami tidak rekomendasi," ungkap Sodik.

Lantaran tidak direkomendasi, mantan napi korupsi itu batal mendaftar. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved