Musim Kemarau dan Kering Kerontang, Petani Tembakau Malah Ketiban Berkah
Petani tembakau malah ketiban berkah dan mendapat keuntungan dengan kondisi musim kemarau yang kering kerontang.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Musim kemarau berdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Lamongan. Namun kekeringan tersebut justru membawa berkah bagi petani tembakau.
Para petani tembakau memetik keuntungan dengan musim kemarau ini, kualitas tembakau menjadi cukup baik.
Kualitas tembakau ini juga membawa harga jual hasil panen juga merangkak naik yang cukup menjanjikan.
Rifai, petani tembakau Dusun Ngadipiro Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungring Lamongan, mengaku ada keberuntungan bagi petani tembakau.
"Panasnya cukup dan kualitas daun tembakau juga cukup bagus," katanya, Rabu (29/8/2018).
Sejak tanam hingga musim panen tembakau hampir tidak ada kerusakan karena tidak diguyur air hujan.
Kalau kena hujan, daun tembakau akan rusak, bahkan bisa-bisa mati.
"Alhamdulillah tidak ada hujan," jelasnya.
Meski tak ada hujan, para petani tetap harus melakukan perawatan ekstra pada awal masa tanam hingga waktu panen.
"Karena tidak ada hujan, petani tetap harus menyiram sampai 6 kali," ungkapnya.
Beruntung jerih payah tersebut terbayar dengan harga tembakau yang cukup tinggi.
Untuk rajangan jenis daun gowokan laku Rp. 17 ribu per kilogram.
Dan bisa dipastikan, semakin ke atas harga tembakau semakin tinggi.
Para petani berharap pabrikan tidak mempermainkan harga tembakau dimusim ini.
"Semoga harga yang berlaku dipabrikan mau memahami dengan kualitas yang sebenarnya," ungkap Sulkan, petani tembakau lainnya. (Surya/Hanif Manshuri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petani-tembakau-di-lamongan_20180829_141433.jpg)