Liga Indonesia
Pelatih Perseru Serui Tanggapi Wacana Pelarangan Striker Asing di Liga Indonesia
Wacana pelarangan striker asing bermain di kompetisi Liga Indonesia dinilai kurang efektif bagi I Putu Gede Swi Santoso.
Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ayu Mufidah KS
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wacana pelarangan striker asing bermain di kompetisi Liga Indonesia dinilai kurang efektif bagi I Putu Gede Swi Santoso.
Pelatih Perseru Serui menilai jika banyaknya striker asing yang berkiprah di Liga Indonesia menjadi faktor penyebab kurangnya striker lokal Indonesia.
Menurut Putu, permasalahan yang melanda Indonesia terletak pada kurangnya keberanian pelatih tim-tim lokal untuk memainkan pemain muda.
• Dokter Tim Arema FC Pastikan Bagas Adi Nugroho Sudah Ditangani dengan Baik
"Menurut saya, masalahnya hanya pada kesempatan saja. Misalkan Samsul Arif yang di usia lebih dari 30 tahun tapi masih bisa bersaing dengan penyerang asing," ujar I Putu Gede Swi Santoso, Selasa (29/8/2018).
Sementara terkait dengan wacana PT LIB tersebut, I Putu Gede Swi Santoso justru menilai tidak perlu dilanjutkan.
Menurut I Putu Gede Swi Santoso, PSSI dan PT LIB tidak perlu melarang penyerang asing untuk mengentaskan penyerang-penyerang lokal.
• Lawan Arema FC di Laga Uji Coba, Pelatih Perseru Serui akan Coba Pemain, Formasi dan Racikan Baru
Sebab, Indonesia kini telah memiliki wadah untuk memunculkan penyerang-penyerang dari kelompok umur.
"Kan sudah ada wadah untuk mengentaskan penyerang-penyerang lokal. Wadahnya kan bisa dari timnas kelompok umur, dari U-19 misalnya," imbuhnya.
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pelatih-perseru-serui-i-putu-gede_20180828_203448.jpg)