DPRD Kritisi Penutupan Wisata Jembatan Surabaya yang Sudah Berbulan-Bulan

Ditutupnya wisata Jembatan Surabaya ini turut dikritisi oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
Nuraini Faiq/surya
Anggota komunitas Bersepeda ke Kantor melintas di Jembatan Suroboyo, Kamis (5/4/2018) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditutupnya wisata Jembatan Surabaya ini turut dikritisi oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna.

Siang ini, Jumat (14/9/2018) wanita yang juga anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan sidak lokasi wisata Jembatan Surabaya.

Pasalnya, sudah lebih dari tiga bulan wisata Jembatan Surabaya dan air mancur menari di Kenjeran ini ditutup dan tidak berfungsi sebagai mestinya.

Bahkan ia sendiri mengaku sempat kecele saat membawa tamu dari luar negeri ke Jembatan Surabaya, namun wisata ini juga ditutup seperti kondisi yang saat ini ia datangi.

Kalah dari Wakil Denmark, Langkah Anthony Ginting Terhenti di Perempat Final Japan Open 2018

Padahal, semalam wisata ini dibuka dan dipergunakan untuk menjamu tamu dari negara asing. Namun saat ini Jembatan Surabaya kembali ditutup dan tidak difungsikan membuat kecewa masyarakat.

"Kita akan tanyakan ke Pemkot mengapa kok ditutup. Ini sudah lama sekali, lebih dari tiga bulan ditutup begini, padahal jembatan ini dibangun mahal untuk promosi wisata Surabaya," tegas Ayu.

Ia tegas mengatakan, Jembatan Surabaya yang dibangun dengan dana Rp 207 miliar tersebut adalah ditujukan untuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Sehingga menurutnya sudah seharusnya difungsikan sesuai tujuan awal. Bukan hanya unuk keperluan yang insidentil.

Terima Keputusan Majelis Hakim, KPK Segera Sita Sisa Hasil Uang Korupsi Marinus Sae

"Wisatawan lokal kan juga wisatawan. Memangnya ini hnya untuk tamunya pemkot saja?" ucapnya.

Lebih lanjut, Ayu menegaskan Jembatan Surabaya ini dibangun juga untuk mengangkat ekonomi warga di kawasan kampung nelayan Kenjeran. Saat ini fungsi itu belum nampak terlihat. Terlebih dengan kondisi ditutupnya wisata ini dalam waktu yang lama.

"Nggak ada perbaikan juga di sini. Lalu ditutupnya karena apa ini nggak jelas juga. Kalau ada alasannya seharusnya juga ada informasi di sini," ucapnya.

Ia juga menyinggung terkait atraksi air mancur menari yang juga tidak setiap akhir pekan difungsikan. Pemkot sempat menjanjikan lantaran alasan biaya mahal, maka hanya atraksi air mancur menari hanya difungsikan akhir pekan tepatnya Sabtu selama dua jam.

Penyerang Arema FC ini Minta Timnya Move On dari Kekalahan Lawan Persib Bandung

"Nyatanya tidak setiap hari Sabtu itu dimainkan. Ini menjadi sorotan kami," tandasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi di Jembatan Surabaya di akses masuk ditutup oleh dua lapis barier. Sehingga angkutan roda dua maupun roda tiga tidak dibolehkan melintas.

Bahkan wisatawan untuk berjalan kaki juga tidak bisa melintas. Tidak ada sosialisasi terkait penutupan spot wisata tersebut.

Begitu juga di akses keluar jembatan. Disana ditutup barier sehingga jembatan Surabaya tidak ada aktivitas apapun. Di lokasi itu hanya ada temelan tulisan "Mohon Maaf Jembatan Surabaya Ditutup Sampai Ada Pemberitahuan Lebih Lanjut". (Surya/Fatimatuz zahroh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved