Angin Kencang Bikin Budidaya Jamur di Kota Batu Tak Lagi Berproduksi
Angin kencang membuat budidaya jamur di Kota Batu produksinya dihentikan oleh masyarakat pembudidaya.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Tidak banyak pembudidaya jamur di Kota Batu bertahan karena permasalahan cuaca. Seperti pemilik budidaya jamur di Desa Punten, Bambang.
Saat didatangi suryamalang.com (TribunJatim Network), Bambang mengatakan kalau budidaya jamurnya sudah tidak lagi berproduksi.
Ia mengaku, angin kencang telah membuat dirinya menutup usaha produksi jamurnya. "Sudah nggak produksi lagi mbak, rugi. Karena jamurnya nggak mau tumbuh, ya karena cuaca ini," ujarnya, Senin (8/10/2018).
• Warga Gunung Budheg Minta Watu Kuno dari Majapahit yang 12 Tahun Dicuri, Dikembalikan ke Tempatnya
Menurut Bambang, kalau sudah dua bulan lebih ia tak lagi produksi jamur tiram dan jamur kuping. Ia menyatakan tidak tahu lagi kapan akan memproduksi jamur kembali.
"Satu bulan produksi, satu bulan tutup. Kan rugi mbak. Jadi sekalian tutup saja, karena pembudidaya kecil ini tergantung pada cuaca," ungkapnya.
Dilain hal satu pembudidaya jamur di Desa Sumbergondo, Arminah memilih bertahan untuk membudidaya jamur. Ia sudah delapan tahun membudidayakan jamur kuping dan jamur tiram.
Menurutnya, kendala rutin jika budidaya jamur itu adalah saat panen di musim kemarau. Karena kendalanya pasti angin.
• Bawa 2 WNA Asal Jepang, Mobil Toyota Innova Rentalan ini Ludes Terbakar di Jalan Tol Pandaan-Gempol
"Ya mau gimana lagi kan sudah usaha sejak lama. Kendala ya memang angin, kadang jamur kena ulat dan dirubungi sama hewan kecil-kecil," katanya.
Kendala untuk jamur kuping ialah terkena penyakit krepes, sehingga jamur bisa habis. Lain lagi kalau jamur tiram, jika musim kemarau akan dirubungi hewan kecil dan belatung.
Dikatakan, saat musim hujan dalam sehari bisa menghasilkan sekitar dua kwintal jamur. Namun saat musim kemarau produksi berkurang setengah dari produksi biasanya.
"Sebenarnya musim kemarau atau musim hujan bisa saja membudidayakan jamur, asal bisa menyesuaikan suhu untuk pengembangan jamur. Maksimal suhu 16 derajat, atau semakin dingin semakin bagus," tegas Arminah. (Sany Eka Putri)
• Ribuan Pendekar Silat Serang Desa, Rusak Rumah & Bakar Motor di Tulungagung, Begini Tanggapan Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petani-jamur-di-desa-sumbergondo-kota-batu_20181008_130936.jpg)