Sesaat Setelah Proses Belajar Mengajar, SDN Berat Kulon Mojokerto Lalu Terbakar
SDN Berat Kulon di Kabupaten Mojokerto terbakar hebat, sesaat setelah proses belajar mengajar.
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dua ruangan SDN Berat Kulon Jalan Pendidikan nomor 212 Dusun Berat Selatan, Desa Berat Kulon, Berat Kulon, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terbakar, Rabu (17/10/2018). Api membakar ruang kelas 1B dan ruang perpustakaan. Letak kedua ruangan itu berdampingan.
Ruang perpustakaan mengalami kerusakan yang cukup parah. Sebab, titik api semula muncul dari sana. Sebagian meja, kursi buku dan berkas hangus terbakar. Sedang kelas 1B hanya sebagian atapnya saja yang tersambar kobaran api.
Kepala sekolah SDN Berat Kulon Miseran (58) mengatakan, pihaknya baru mengetahui ruangan perpustakaan terbakar pada pukul 13.30. kondisi dua ruangan saat itu sepi, lantaran seluruh siswa sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Saat itu proses belajar mengajar sudah berakhir. Seluruh siswa sudah pulang. Saya dan empat guru lain berada di kantor mengerjakan tugas. Jarak kantor dengan ruangan perpustakaan yang terbakar sekira 2 meter," ujarnya.
Meski jarak antara perpustakaan dan ruang kepala sekolah berdekatan, Miseran dan para guru yang masih bertugas tak memiliki firasat buruk apapun. Hanya saja, mereka mendengar seperti bunyi gemuruh seng saat tertiup angin.
"Saya tidak ada pikiran apa-apa waktu itu. Tidak ada suara kobaran api. Malahan yang terdengar suara seng yang tertiup angin," terangnya.
Kobaran api baru diketahui pukul 13.30 ketika seorang penjaga sekolah hendak absen daftar hadir (check lock). Mesin check lock berada di dalam ruangan perpustakaan.
"Ketika pintu di buka, dia melihat ada kobaran api di sudut ruangan. Apinya cukup besar asapnya pun tebal. Dia lalu berteriak minta tolong," ungkapnya.
Miseran, empat guru, dan beberapa warga langsung merespon teriakan seorang penjaga sekolah tersebut. Mereka kemudian panik, beberapa warga langsung berlarian ke rumah untuk mengambil ember maupun timba.
Sampai-sampai ada warga yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara Mashid bahwa SDN Berat Kulon terbakar.
"Kami memadamkan secara manual. Air diambil dari keran sekolah dan rumah warga. Para warga mengguyur air di titik kobaran api dengan cara merangsek melalui pintu depan dan dari atas genting. Seluruh warga bahu membahu memadamkan," ungkapnya.
Proses pemadaman api dilakukan oleh 50 orang warga. Api baru bisa dipadamkan selang 45 menit.
"Yang terbakar cukup parah yakni ruangan perpustakaan sekaligus ruang mushola. Sebagian buku diselamatkan Masyarakat tetapi saya tidak tahu ada beberapa buku yang terbakar. Tanpa bantuan masyarakat api tidak akan padam. Penyebab kebakaran saya masih belum tahu pasti," imbuhnya.
Sementara itu, warga bernama Tika (28) mengatakan, ketika mendengar teriakan penjaga sekolah, dirinya langsung berlari menuju lokasi kebakaran di SDN Berat Kulon. Rumah Tika dengan SDN Berat hanya berjarak sekitar 70 meter.
Menurutnya, kobaran api tak terlalu besar namun asap yang ditimbulkan cukup tebal. "Para warga langsung spontan membantu mengevakuasi buku, dan komputer yang ada di dalam ruangan perpustakaan. Padahal, saat itu api masih berkobar. Para warga juga kerjasama memadamkan api," pungkasnya. (Danendra Kusuma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sdn-berat-kulon-mojokerto-terbakar_20181017_172604.jpg)