Breaking News

Lewat Usaha Keripik, Kumpulan Santri di Lamongan Ciptakan Tenaga Kerja

Sekelompok pemuda di Lamongan Jawa Timur, lulusan sekolah di lingkungan pondok pesantren ini tak mau dianggap sebagai santri yang tidak kreatif, bahk

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Keripik Santrhee, produksi para santri, enak... 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sekelompok pemuda di Lamongan Jawa Timur, lulusan sekolah di lingkungan pondok pesantren ini tak mau dianggap sebagai santri yang tidak kreatif, bahkan dianggap tidak mampu bekerja.

Para santri ini membuktikan diri dan bahkan mampu meciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Salah satunya membuat keripik dengan citra rasa nusantara yang diproduksi di Dusun Jamang Desa Taji Kec Maduran Lamongan.

Idham Kholiq salah satu pembina para santri ini mengungkapkan, keripik produksi Maduran ini memiliki citra rasa berbeda dengan keripik-keripik pada umumnya. Dan lebih dominan pada rasa khas kuliner nusantara.

Produksi camilan para alumni santri dari berbagai Pondok Pesantren mulai alumni Sunan Drajat, Fathul Hidayah dan Al Fattah Siman Sekaran, mulai merambah di sekitar wilayah produksi dan Pantai Utara (Pantura).

Jawaban Jokowi Soal Dirinya yang Dituding Sebagai Antek Asing hingga Jadi Anggota PKI

Keripik dengan nama Santrhee ini, lanjut Idham, dikemas dengan berbagai ukuran, yang secera penampilan tidak kalah dengan keripik yang sudah ada dipasaran."Kita kemas menarik," katanya.

Bagian depan kemasan ada gambar karikatur santri ada juga santriwati, sebagai identitas pembuatnya.

Rasa keripik Santrhee, selain gurih dan renyah, keripik Santrhee bahkan rasa khas kuliner Nusantara ada semua.

Dipilihnya rasa khas kuliner nusantara lanjutnya, sebagai bagian dari upaya untuk tetap melestarikan beragam kuliner di tanah air, dan tentunya keripik Santrhee tidak sekedar edar di Lamongan, tapi kedepanya diharapkan bisa edar di seluruh nusantara.

Shoft openingnya bersamaan dengan hari santri pada 22 Oktober 2018 lalu, karena yang memproduksi keripik ini adalah semua alumni santri.

Kelompok pemuda Jamang ini kata Idham, berkarya untuk meningkatkan daya saing produksi hasil karya santri mandiri, untuk menciptakan karya ekonomi kreatif kepemudaan, dengan memanfaatkan hasil pengelolahan ikan untuk dijadikan produk makanan yang yang lebih modern serta mengusung cipta rasa nusantara.

Pendapatan Tol Dari Jembatan Suramadu Hanya Rp 120 Miliar Per Tahun

Khotibul Umam, Jetua Tim Pengembangan Produk Karya Santri mengemukakan , pihaknya akan selalu membuat terobosan-terobosan baru dalam dunia produksi makanan ringan ini, dengan mengedepankan unsur budaya dan cipta rasa dari nusantara yang dikelola oleh santri maupun santri alumni.

Prototipe dari pengembengan santri tersebut, akan di soundingkan dengan beberapa Lembaga Pesantren maupun lembaga swasta guna memupuk kembangkan peningkatan perekonomian di Pesantren.

Ini merupakan kado dalam memperingati hari santri tahun 2018, semoga melalui momen ini santri mampu berfikir untuk berkarya dalam bidang usaha perekonomian maupun kemasyarakatan.

"Jangan takut setelah jadi alumni santri, sepanjang kita mau melangkah semua bisa diraih, asalkan kita ada kemauan,” tandasnya.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved